JAKARTA - Sejak dibukanya pengembalian paspor jamaah haji korban PT First Travel, Bareskrim Polri telah mengembalikan 6.889 paspor milik jamaah haji. Hal ini terhitung sejak Jumat 25 Agustus hingga Rabu 7 September 2017.
Selama sepekan terakhir sejak Senin 4 September 2017, tercatat 659 paspor dikembalikan, sementara Selasa terjadi penurunan seratus orang yang mengambil, dan pada Rabu meningkat dari sebelumnya yakni 759 paspor.
Pantauan Okezone di lokasi, Kamis (7/9/2017). Pengambilan paspor yang terletak di lantai satu gedung Bareskrim, kini sudah agak sepi dibanding sebelumnya. Pun demikian dengan tumpukan paspor yang biasa berjejer, juga sudah tidak nampak memenuhi ruangan.
(Baca juga: Alasan Kenapa Menelusuri Aset Tersangka Sangat Penting dalam Kasus First Travel)
Meskipun demikian para korban jamaah masih terus berdatangan satu persatu. Salah seorang jamaah umrah first travel Edy mengaku sudah tiga kali mendatangi gedung Bareskrim dan telah mendapatkan paspor miliknya.
Edy mengaku cukup mudah untuk mencari paspor miliknya. Pasalnya untuk pencarian paspor disesuaikan dengan abjad nama sehingga memudahkan para jamaah yang hendak mencari.
"Alhamdulillah sudah dapet, gampang soalnya diturutin sesuai nama jadi kita enggak susah nyari," tutur Edy.
(Baca juga: Bareskrim dan PPATK Buru Aset First Travel yang Tersembunyi)
Edy mengaku pertama kali mendaftar sebagai calon jamaah umrah di Radar Auri Depok. Ia rencananya berangkat bersama dengan kakak iparnya yang juga menjadi korban First Travel. Keduanya telah menyetorkan uang sebesar Rp28,6 juta kepada pihak First Travel.
Kedepannya Edy berharap uang bisa dikembalikan, pun kalau memang tidak dirinya telah mengikhlaskan uang tersebut, "ya mau gimana lagi, polisi sudah bantu klien memang enggak bisa kembali saya ikhlas mau bagaimana lagi," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.