JAKARTA - Konflik kemanusiaan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar terus terjadi. Meski sejumlah pihak menilai konflik yang terjadi terkait isu agama serta ekonomi dan politik, namun Gerakan Pemuda (GP) Ansor berpendapat berbeda. Menurut mereka konflik berkepanjangan ini terjadi lantaran adanya keberadaan pipa minyak di wilayah itu.
Wasekjen GP Ansor, Mahmud Syaltout mengatakan pengurus Ansor telah membuat kajian dan mencari solusi mengatasi ketegangan yang terjadi di Rakhine. Dari data yang diperoleh, disimpulkan kekerasan itu mengarah pada konflik geo politik.
“Rakhine merupakan satu sub zona sendiri. Cadangan minyaknya besar. Adanya keberadaan pipa minyak dan blok-blok minyak dan gas di sana,” kata Mahmud Syaltout dalam diskusi Redbons, Bencana Kemanusiaan Rohingya & Solidaritas Muslim ASEAN di Kantor Redaksi Okezone, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017).
(Baca juga: DPR Duga Ada Oknum Bonceng Isu Rohingya untuk Goyang Pemerintah)