Ilustrasi PON pada zaman dahulu. (Foto: Ist)
Pengadaan PON sebenarnya sudah pernah PORI bahas jauh-jauh hari sebelumnya guna menghidupkan kembali kompetisi Ikatan Sport Indonesia (ISI) Sportweek atau Pekan Olahraga ISI pada 1938. Sewaktu itu, diwacanakan dilaksanakan pada Agustus atau September 1948. Kemudian akibat muncul penolakan atlet dalam negeri di Olimpiade London, semakin digencarkan pula rencana PON I.
Selain itu, PON I menjadi ajang untuk menunjukkan kepada publik internasional bahwa bangsa Indonesia bisa berjaya di gelaran olahraga meski keadaan politiknya dipersempit akibat Perjanjian Renville. Selanjutnya, PORI memutuskan memilih Solo menjadi kota penyelenggara PON I. Di luar berstatus markas PORI, Kota Surakarta saat itu sudah memiliki fasilitas lengkap untuk ajang olahraga.
Berdasarkan latar belakang tersebutlah PORI menegaskan Pekan Olahraga Nasional I diadakan di Kota Solo. Ditetapkan pada 9–12 September 1948. Kemudian diikuti sekira 600 atlet dari 9 cabang olahraga dan memperebutkan 108 medali. Hal inilah yang menjadi cikal bakal serta penetapan adanya PON dan Hari Olahraga Nasional.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.