Wah! Arkeolog Mesir Temukan Makam Pengrajin Emas Berusia 3.000 Tahun

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Minggu 10 September 2017 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 10 18 1773098 wah-arkeolog-mesir-temukan-makam-pengrajin-emas-berusia-3-000-tahun-AVFreQzOqV.jpg Foto: Reuters

LUXOR – Tim arkeologi Mesir kembali menemukan sebuah makam kuno berusia ribuan tahun di Luxor. Makam tersebut diketahui milik seorang tukang atau pengrajin emas terkenal yang hidup lebih dari 3.000 tahun. Tim menemukan patung, mumi, dan perhiasan di dalam makam milik sang tukang emas tersebut.

Menteri Barang Antik Mesir, Khaled al Anani mengatakan, makam tersebut diperkirakan berasal dari Dinasti ke-18 Kerajaan Baru sekira abad ke-15 Sebelum Masehi (SM). Makam tersebut ditemukan pada Sabtu 9 September siang waktu setempat.

“Pekerjaan belum selesai dan kami terus bekerja dan menggali untuk menemukan lebih banyak objek serta makam,” tutur Khaled al Anani, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (10/9/2017).

Selain itu, makam tersebut terdiri dari sebuah halaman dan ceruk tempat menaruh patung karya tukang emas bernama Amenemhat. Tim juga menemukan patung istri serta salah satu anak Amenemhat, serta dua peti jenazah.

Sebelumnya, Kementerian Barang Antik mengumumkan penemuan makam dari Dinasti Kerajaan Baru lainnya di Luxor. Makam tersebut diketahui milik seorang hakim terkemukan pada masa itu. Tim arkeologi dari Swedia juga menemukan 12 pemakaman kuno di Kota Aswan yang berasal dari 3.500 tahun lalu.

Benda-benda kuno merupakan harta karun tersendiri bagi Mesir. Otoritas Negeri Piramida berharap penemuan-penemuan tersebut dapat kembali menarik minat para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Sektor pariwisata Mesir tengah terpuruk sebagai dampak unjuk rasa massal yang menggulingkan mantan Presiden Hosni Mubarak pada 2011. Selain unjuk rasa massal, serangkaian pengeboman oleh kelompok militan sebagai efek gejolak politik turut menurunkan minat turis asing ke Mesir.

Penemuan-penemuan tersebut mengerek pendapatan sektor pariwisata Mesir hingga 170% dalam tujuh bulan pertama 2017. Total pendapatan mencapai USD3,5 miliar (setara Rp46 triliun). Pendapatan tersebut otomatis menambah tebal cadangan devisa asing Mesir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini