Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Bertahun-Tahun Jual Rahasia Negara, Agen FBI Diciduk Berkat Informasi Bekas Intel Rusia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 15 September 2017 |08:03 WIB
OKEZONE STORY: Bertahun-Tahun Jual Rahasia Negara, Agen FBI Diciduk Berkat Informasi Bekas Intel Rusia
Robert Hansen berhasil ditangkap atas informasi mantan intel Rusia (Foto: History)
A
A
A

SEBAGAI salah satu agen ganda yang menyebabkan kerugian terbesar bagi AS, Robert Hansen memberikan ribuan halaman dokumen rahasia yang mengandung informasi sensitif milik Washington kepada Uni Soviet dan Rusia. Beberapa rahasia penting yang dibocorkan agen Biro Penyelidik Federal AS (FBI) itu di antaranya adalah daftar nama mata-mata AS di Uni Soviet, detail megenai operasi nuklir AS dan keberadaan terowongan rahasia yang dibangun FBI di bawah gedung Kedutaan Uni Soviet di Washington.

Kehidupan ganda Hanssen dimulai pada tahun 1979 dan berakhir pada tahun 2001, saat dia ditangkap setelah FBI mengetahui bahwa Hanssen adalah seorang mata-mata. Tindakan ayah enam anak itu diduga dilakukan karena dorongan uang daripada keyakinan ideologis. Selama bertahun-tahun bekerja untuk Moskow, Hansen diketahui menerima uang sebesar USD600 ribu yang dibayar secara tunai dan dengan berlian, dia juga memiliki dana simpanan sebesar USD800 ribu di bank Rusia.

Lahir di Chicago pada 1944, Hansen sempat bekerja sebagai penyelidik untuk Kepolisian Chicago sebelum bergabung dengan FBI pada 1976 dan ditempatkan di Indiana dan kemudian New York. Pengkhianatan Hansen dimulai pada 1979 saat dia secara sukarela mengajukan diri melakukan kegiatan mata-mata memata-matai GRU, badan intelijen militer Soviet.

Hansen menginformasikan pihak Soviet bahwa salah satu jendral mereka, Dmitri Polyakov, sebenarnya adalah seorang informan CIA yang telah melakukan spionase untuk AS sejak tahun 1960-an. Akibat informasi tersebut, Polyakov ditangkap dan dieksekusi oleh Soviet.

Pada 1980, kegiatan mata-mata Hansen dilaporkan terbongkar setelah istrinya memergokinya memiliki surat mencurigakan. Hansen mengaku telah menjual rahasia AS ke Soviet, tetapi dia mengklaim bahwa informasi yang diberikan kepada Kremlin tidak berharga.

Atas desakan istrinya, Hanssen berjanji untuk memutuskan hubungan dengan Soviet, mengaku dosa kepada pendeta dan menyumbangkan uang haram yang diperolehnya untuk amal. Namun, pada 1985, Hansen melanjutkan kegiatan spionasenya, kali ini untuk KGB. Dia memberi KGB nama tiga perwira Soviet yang bekerja sama dengan CIA dan FBI. Seprerti Polyakov, ketiga mata-mata tersebut juga ditangkap dan dieksekusi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement