Waspada, Kalimantan Barat Jadi Sasaran Peredaran Emas Palsu

Ade Putra, Okezone · Sabtu 16 September 2017 04:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 16 340 1777083 waspada-kalimantan-barat-jadi-sasaran-peredaran-emas-palsu-FqwMVeFfLu.jpg Barang bukti emas palsu disita polisi (Rikhi/Okezone)

PONTIANAK – Waspadalah. Dalam beberapa bulan terakhir, Kota Pontianak, Kalimantan Barat marak terjadi penipuan dengan modus penjualan emas palsu. Setidaknya, sudah lima korban di lokasi berbeda yang ditipu pelaku asal luar Kalbar.

Terbaru di Kecamatan Pontianak Barat. Perempuan berinisial SM (22) asal Jawa Timur tertangkap tangan oleh pemilik toko emas Pintu Suri, Kompleks Pasar Teratai, Jalan Kom Yos Soedarso saat menjual emas palsu.

"Setelah itu, korban menghubungi kami. Selanjutnya kami mengamankan pelaku untuk diproses lebih lanjut," kata Plh Kapolsekta Pontianak Barat, AKP Agus Hani kepada sejumlah wartawan, Jumat (15/9/2017).

Agus menjelaskan, penipuan ini terjadi Rabu 13 September lalu. Dimana SM mendatangi toko emas korban bersama dua rekannya, berinisial Nu dan Sa. "Mereka membawa emas jenis kalung lengkap dengan suratnya. Nu yang menyuruh SM untuk bernegosiasi kalung palsu tersebut," terang Agus.

Tanpa sadar akan ditipu, kalung itu dihargai korban senilai Rp 2 juta. Namun SM menolak. Dia meminta harga kalung itu dinaikkan dengan meyakinkan korban bahwa kalung tersebut kadar emas mencapai 75% dan berat 11,640 gram. "Korban yang masih percaya menaikan harga beli menjadi Rp 4 juta," tutur Agus.

Transaksi pun dilakukan. Uang sebanyak Rp 4 juta sudah di tangan SM. Bukannya beranjak, SM masih bertahan di toko emas tersebut sambil menghitung ulang yang diterimanya. Saat bersamaan, korban mengetes kalung itu dengan cara menggosokan ke alat pengetesan emas.

"Kalung itu ternyata palsu, bukan emas. Akhirnya korban pun menangkap dan mengamankan SM. Kemudian menghubungi Polsekta Pontianak Barat," ujar Agus.

Sementara itu, Nu dan Sa berhasil melarikan diri. SM beserta barang bukti emas palsu langsung diamankan ke Mapolsek. "SM sudah kita lakukan penahanan. Untuk dua rekannya masih kita lakukan pengejaran dan sudah kita tetapkan sebagai DPO," tegas Agus.

Kepolisian menjerat SM dengan pasal 378 KUHP. Dia terancam hukuman empat tahun penjara.

Berkaitan dengan kasus penipuan emas ini, kata Agus, di wilayah hukum Polresta Pontianak sudah terjadi dua kali dengan jumlah korban lima pengusaha emas. Maka dari itu ia mengimbau kepada pengusaha emas untuk senantiasa waspada.

"Sebelumnya itu sudah diungkap Polresta. Dan ini terjadi di Pontianak Barat. Pelakunya juga sama yakni orang-orang luar Kalbar," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini