Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Video Kemunculan Kembali Harimau Jawa yang Bikin Tanda Tanya Besar

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 16 September 2017 |13:53 WIB
Misteri Video Kemunculan Kembali Harimau Jawa yang <i>Bikin</i> Tanda Tanya Besar
Satwa yang diduga harimau jawa terekam. (Foto: Balai Taman Nasional Ujung Kulon)
A
A
A

AKHIR-akhir ini tersiar kabar bahwa Harimau Jawa keluar dari persembunyian setelah dinyatakan punah sejak pertengahan tahun 1970-an.

Mamat Rahmat harap-harap cemas. ''Berharap itu kenyataan, bahwa Harimau Jawa memang masih ada," ujarnya.

''Saya secara personal meyakini kucing besar tersebut masih ada, tapi cemasnya kalau 10 hari ini belum ketemu tanda-tandanya,'' kata Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon tersebut kepada BBC Indonesia.

Pada 25 Agustus lalu, sebuah video trap, jenis kamera jebakan yang dilengkapi sensor gerak- berhasil memotret foto langka.

Kucing besar dengan loreng tampak seperti harimau tersebut berkeliaran di Padang Penggembalaan Cidaon, Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten.

Dia berada di antara tiga ekor burung merak dan di dekatnya tergeletak bangkai banteng, yang diduga dimangsa oleh hewan tersebut.

Apa betul masih ada Harimau Jawa (Panthera tigris sondaicus) yang disangka punah, masih hidup di pulau sepadat Jawa?

Diduga Jantan Remaja
Secara visual, Mamat berpendapat hewan yang muncul di video trap memiliki loreng menyerupai harimau.

''Dari corak warna berbeda sekali. Lorengnya mendekati loreng Harimau Jawa,'' kata dia. Sedangkan dari ukuran, menurut Mamat, hewan tersebut cenderung masih kecil. ''Kami lihat kalau dari video itu kelihatannya jantan, masih anak remaja,'' kata dia.

(Baca juga: Warga Lereng Semeru Lihat Harimau Jawa)

Mamat yang sudah bertugas di belantara Ujung Kulon sejak 1998 mendapat laporan yang terus berulang, yakni tentang keberadaan lodaya, sebutan dalam bahasa Sunda untuk Harimau Jawa.

''Pak, kami ketemu dengan lodaya,'' begitu Mamat menirukan ucapan peziarah Sanghiyang Sirah di kawasan Ujung Kulon.

''Kami ketemu, pak, lodaya makan banteng. Lodaya sedang berjemur.''

Mamat pun mengaku penasaran. Akhirnya diputuskan, bulan lalu video trap mulai ditanam di perbukitan Gunung Payung.

Hasilnya, kata Mamat, yang paling banyak terekam adalah rusa, kijang, kancil, dan babi hutan. Dan, saat itu hujan masih turun di Ujung Kulon.

''Berbeda dengan sekarang. Kondisi sekarang kemarau, maka mangsa turun ke bawah mencari sumber air di padang penggembalaan. Ini logika kenapa predator tersebut ada di sana, mengikuti pergerakan dari mangsanya,'' kata dia.

Ekspedisi Kucing Besar

''Tim kami sudah menemukan kotoran kucing, cuma apakah itu kotoran macan tutul atau yang lainnya, masih kami kumpulkan untuk dianalisis,'' ungkap Mamat.

Setelah menerima laporan petugas lapangan yang berhasil mendapat video hewan yang diduga Harimau Jawa, Balai Taman Nasional Ujung Kulon membentuk tim khusus.

Gunanya memastikan, apakah hewan yang tampak memangsa banteng tersebut dari jenis Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) atau Harimau Jawa (Panthera tigris sondaicus).

Tim berangkat menyisir lokasi dan mengambil sampel kotoran, cakaran, serta rambut untuk kemudian dianalisis DNA-nya. Sekaligus memasang video di lapangan.

''Mereka masih di lapangan. Kami rencanakan tim bekerja selama 10 hari. Sampai saat ini belum ada hasil, karena tim masih bekerja di lapangan.''

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement