Wilayah yang disisir oleh tim diawali dari titik penemuan gambar, yakni Padang Penggembalaan Cidaon, di seberang Pulau Peucang. Dari situ tim terbagi dua, satu menyisir ke arah Gunung Payung, sedangkan lainnya ke arah perbukitan Talanca yang menurut Mamat merupakan habitat kucing besar.
Masyarakat dilibatkan dalam tim, kata Mamat. Ada juga seorang pengamat yang berpengalaman melakukan survei Harimau Sumatera.
Temuan terbaru terkait Harimau Jawa menjawab sejumlah keraguan tentang status kepunahan satwa tersebut.
Sejak 1997, seorang peneliti bernama Didik Raharyono meyakini Harimau Jawa belum punah. Pada sebuah seminar di kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sembilan tahun lalu, dia mengaku punya bukti bekas aktivitas satwa tersebut.
Tahun 2004, Didik mengaku menjumpai kotoran Harimau Jawa dan di tahun 2006 dia mencatat kesaksian seorang anggota TNI yang berjumpa dengan harimau tersebut.
Dia juga mengaku punya sampel kulit harimau loreng yang dibunuh dari Jawa Tengah dan sisa kuku dengan darah milik Harimau Jawa asal Jawa Barat.
Diwawancarai oleh laman Mongabay, Didik meminta peninjauan ulang atas status kepunahan Harimau Jawa.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.