5. "Semua orang (di Rakhine) Memiliki Akses ke Layanan Pendidikan dan Kesehatan"
Suu Kyi mengklaim bahwa semua Muslim Rohingya memiliki akses yang sama dengan penduduk non-Muslim lainnya. Klaim ini bertolak belakang dengan laporan Komisi PBB yang dipimpin Kofi Annan. Laporan itu menyebutkan, Muslim, khususnya mereka yang mengungsi, tidak memiliki kebebasan bergerak.
"Pembatasan gerakan ini menyebabkan berbagai dampak merugikan termasuk berkurangnya akses ke pendidikan, layanan kesehatan dan layanan lain, memperkuat pemisahan komunal dan mengurangi interaksi ekonomi," tulis laporan tersebut.
BACA JUGA: Indonesia Jadi Satu-satunya Negara yang Diberikan Akses ke Rakhine

Pengungsi Rohingya berebut bantuan makanan. (Foto: Reuters)
Lebih jauh, laporan itu juga menyatakan bahwa akses kesehatan amat minim di kalangan komunitas Muslim di kawasan utara dan pusat Rakhine. Di beberapa area, kaum Muslim menghadapi diskriminasi yang menghalangi mereka mendapatkan berbagai akses untuk menyelamatkan nyawa.
Azeem Ibrahim, peneliti senior dai Center for Global Policy telah mengunjungi kamp pengungsi di Myanmar. Ia menyatakan bahwa populasi Muslim di Rakhine "tidak memiliki akses yang sama dalam berbagai bidang."