Image

Nah Lho... Junta Tuding Polisi Bantu Eks PM Thailand Melarikan Diri

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 24 September 2017, 04:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 24 18 1781855 nah-lho-junta-tuding-polisi-bantu-eks-pm-thailand-melarikan-diri-B9yvOEF6tf.jpg Mantan PM Thailand, Yingluck Shinawatra. (Foto: Reuters)

BANGKOK – Wakil pemimpin junta Thailand menuduh tiga petugas kepolisian telah membantu mantan Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra melarikan diri ke luar negeri bulan lalu. Yingluck yang digulingkan oleh militer pada 2014 tidak pernah lagi terlihat sejak dia kabur dari Thailand menjelang pembacaan putusan kasus korupsi yang menjeratnya.

BACA JUGA: Duh! Mantan PM Thailand Kabur Jelang Pembacaan Putusan Kasus Subsidi Beras

Junta militer Thailand mengatakan tidak mengetahui bahwa perempuan berusia 50 tahun itu berencana melarikan diri. Namun, banyak pihak tidak mempercayai pernyataan itu mengingat ketatnya penjagaan terhadap Yingluck yang ditempatkan junta.

Pengamat menduga Yingluck yang terancam hukuman penjara hingga setidaknya 10 tahun telah melakukan perjanjian dengan junta yang kemudian mengizinkannya melarikan diri keluar negeri. Tetapi dugaan itu ditolak junta yang kemudian menuding kepolisian sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Pihak berwenang menginterogasi tiga petugas kepolisian pekan ini setelah menyita sebuah mobil yang diduga digunakan untuk mengantarkan Yingluck ke perbatasan dengan Kamboja, lokasi dari mana dia diyakini terbang ke negara ketiga.

"Mereka mengatakan mereka menerima perintah untuk membantu Yingluck melarikan diri," kata Wakil Pemimpin Junta, Prawit Wongsuwon sebagaimana dikutip AFP, Minggu (24/9/2017).

Namun, Prawit menolak mengungkap siapa dalang yang mengatur kaburnya Yingluck dari Thailand. Ketiga polisi yang membantu Yingluck melarikan diri tidak akan menerima tuntutan karena sampai ini tidak ada surat perintah penangkapan untuk Yingluck.

"I will not tell the media but the person who ordered it is in Thailand," ujarnya.

Kritikus menuntut junta untuk memberikan bukti keras terkait tuduhan tersebut, seperti foto atau rekaman kamera pengawas.

Keberadaan Yingluck masih belum diketahui, tetapi banyak yang menduga dia berada di Dubai, Uni Emirat Arab, bergabung dengan saudaranya Thaksin Shinawatra yang juga digulingkan pada 2006.

Mahkamah Agung Thailand akan menyampaikan putusannya secara in absentia pada 27 September. Para pengamat mengatakan, para jenderal khawatir jika Yingluck dipenjara, akan terjadi protes besar-besaran dari para pendukung setianya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini