Arif menambahkan, bagi Dedi Mulyadi, situasi politik ini justru makin menaikkan daya tawar politik. Terlebih lagi, Bupati Purwakarta tersebut justru makin dilirik oleh banyak parpol sebagai alternatif yang bakal diusung di laga Pilkada.
Dikatakan Arif, daya tawar ini karena Dedi Mulyadi merupakan sosok yang didukung kader partai yang militan serta dikenal luas masyarakat.
“Kebijakan DPP Golkar yang bertele-tele jangan sampai justru membuat simpatisan dan kader Golkar Jabar makin menimbulkan spekulasi dan merusak soliditas. Padahal dulu rekomendasi sudah diputuskan pada Dedi Mulyadi sebagai kader Golkar, tapi sampai sekarang justru tidak keluar,” pungkasnya. (feb)
(Amril Amarullah (Okezone))