Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sejarah Letusan dan Kepercayaan Masyarakat Bali tentang Gunung Agung

Fahmy Fotaleno , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2017 |06:02 WIB
Mengenal Sejarah Letusan dan Kepercayaan Masyarakat Bali tentang Gunung Agung
Gunung Agung pada tahun 1989 (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Aktivitas Gunung Agung di Karangasem, Bali semakin meningkat seiring statusnya menjadi Awas. Sejak kemarin malam hingga tadi pagi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, 565 kali gempa melanda gunung tertinggi di Pulau Bali tersebut.

Sampai saat ini rinciannya adalah 263 kali gempa terjadi pada Selasa 26 September 2017 antara pukul 18.00 hingga 24.00 Wita. Sedangkan pada Rabu (27/9/2017) sejak pukul 00.00 hingga 06.00 Wita tadi terjadi gempa 302 kali.

Mungkin belum banyak yang mengetahui sejarah dari Gunung Agung itu sendiri dan bagaimana kepercayaan masyarakat Bali tentang Gunung Agung.

Dihimpun dari berbagai sumber, Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Pura Besakih, yang merupakan salah satu Pura terpenting di Bali, terletak di lereng gunung ini.

Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar.

Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan, kepulauan Nusa Penida di sebelah selatan beserta pantai-pantainya, termasuk pantai Sanur serta gunung dan danau Batur di sebelah barat laut.

Kepercayaan Masyarakat

Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayamnya dewa-dewa, dan juga masyarakat mempercayai bahwa digunung ini terdapat istana dewata. Oleh karena itu, masyarakat bali menjadikan tempat ini sebagai tempat kramat yang disucikan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement