Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sejarah Letusan dan Kepercayaan Masyarakat Bali tentang Gunung Agung

Fahmy Fotaleno , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2017 |06:02 WIB
Mengenal Sejarah Letusan dan Kepercayaan Masyarakat Bali tentang Gunung Agung
Gunung Agung pada tahun 1989 (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Pada tahun 1979, gempa bumi sebelum letusan gunung berapi yang saat ini masih aktif tersebut terjadi pada 16-18 Februari 1963. Letusan Gunung Agung yang diketahui sebanyak 4 kali sejak tahun 1800, diantaranya di tahun 1808. Dalam tahun ini dilontarkan abu dan batu apung dengan jumlah luar biasa.

Tahun 1821 terjadi letusan normal, selanjutnya tidak ada keterangan. Tahun 1843 Letusan didahului oleh gempa bumi dan memuntahkan abu, pasir, dan batu apung.

Selanjutnya tahun 1908, 1915, dan 1917 di berbagai tempat di dasar kawah dan pematangnya tampak tembusan fumarola. 1963, Letusan dimulai tanggal 18-2-1963 dan berakhir pada tanggal 27-1-1964. Korban tercatat 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka.

erupsi gunung yang berada di timur laut Bali itu terakhir kali terjadi pada 1963, setelah tidur selama 120 tahun. Sebanyak 1.600 orang tewas dan 86.000 lainnya harus kehilangan rumah.

Erupsi kala itu bermula pada 19 hingga 26 Februari 1963. Sejumlah batu kecil menghujani Pura Besakih yang terletak di lereng Gunung Agung. Awan panas dan aliran lahar pun turut menyertai erupsi itu.

Letusan dan sejumlah peristiwa yang menyertainya mereda pada pertengahan Maret. Jejak aliran lava sepanjang 11 km terbentuk akibat peristiwa tersebut.

Namun, letusan gunung itu kembali berlanjut pada 17 Maret 1963. Serangkaian letusan terjadi hampir selama 10 jam dan disertai hujan batu, awan panas, dan aliran lava.

Sejumlah batuan panas berdiameter 5 hingga 8 cm dimuntahkan seketika dari kawah hingga radius 9,6 kilometer. Pasir dan abu setinggi 10 hingga 40 cm pun sebagian besar menyelimuti bagian barat Gunung Agung.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement