Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sejarah Letusan dan Kepercayaan Masyarakat Bali tentang Gunung Agung

Fahmy Fotaleno , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2017 |06:02 WIB
Mengenal Sejarah Letusan dan Kepercayaan Masyarakat Bali tentang Gunung Agung
Gunung Agung pada tahun 1989 (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Pada 16 Mei, di tahun yang sama, erupsi Gunung Agung kembali terjadi. Peristiwa itu dimulai dengan erupsi kecil yang makin lama tambah menguat dan berlangsung hingga enam jam.

Enam sungai di selatan dan dua sungai di utara mengalirkan lahar. Batuan panas berdiameter 10 hingga 15 cm terlontar ke segala arah hingga radius 9,6 kilometer. Abu yang menutupi sejumlah wilayah di Gunung Agung mencapai satu kilometer. Aktivitas Gunung Agung mereda dan kembali stabil pada akhir 1963.

Dan saat ini, jumlah warga di sekitar Gunung Agung, Karang Asem, Bali, yang mengungsi menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung terus bertambah.

Diperkirakan angka tersebut akan terus bertambah, mengingat belum semua pengungsi terdaftar. Bahkan ada sebagian masyarakat yang mengungsi keluar Pulau Bali. Pendataan terus dilakukan oleh Pusdalops BPBD Provinsi Bali selaku institusi yang berwenang mengeluarkan data pengungsi secara resmi.

I Gede Pasek Suardika menilai bahwa tinggal dimanapun pasti ada resikonya termasuk tingal di lereng gunung yang masih aktif seperti Gunung Agung.

"Saya kira sama saja (resiko tempat tinggal). Saya saja membuat pasraman juga dekat Gunung Agung dan sekarang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) radius 9-12 KM. Tentu krn mempertimbangkan suasana alam yang indah, ketenangan lokasi dan kesejukan udara," ujarnya.

Olehnya itu ia juga menghuimbau kepada masyarakat agar mematuhi segala instruksi dari pihak yang berwenang menginat status Gunung Agung yang sudah dinaikkan menjadi status awas.

"Kalau sekarang harus penghuninya mengungsi, ya tidak apa-apa. Ikuti petunjuk saja," imbuhnya.(fin)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement