nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Polhukam: Upaya untuk Memerdekakan Papua Akan Terus Berlangsung!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 20:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 29 337 1785874 menko-polhukam-upaya-untuk-memerdekakan-papua-akan-terus-berlangsung-TZZW5aJk9R.jpg Menko Polhukam Wiranto menegaskan tidak pernah ada referendum kemerdekaan untuk Papua (dok. Antara)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Wiranto menegasksan petisi rahasia yang menuntut adanya referendum kemerdekaan di Papua Barat dan dikabarkan telah disampaikan ke Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), tidak pernah ada.

"Bahwa memang upaya untuk memerdekakan Papua terus menerus akan berlangsung baik di dalam maupun di luar negeri. Sejak saya jadi Panglima TNI di 1998 itu sudah ada dan sudah kita hadapi bersama-sama," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (29/9/2017).

PBB, kata Wiranto, juga telah membantah adanya petisi rahasia yang meminta referendum kemerdekaan untuk Papua Barat. Menurut Wiranto, adanya informasi petisi rahasia itu adalah ‎tidak benar.

"‎Kalau ada keinginan-keinginan merdeka itu ada kita akui tapi pemerintah kan sungguh-sungguh sekrang untuk membangun Papua dan Papua Barat. Semua kemampuan yang dimiliki pemerintah, saya yang ikut sidang kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi memberi suatu atensi khusus bagaimana pembangunan di Papua agar tidak gagal," jelasnya.

Mantan Panglima ABRI itu menyatakan, APBD Pemprov Papua juga telah digelontorkan dalam jumlag besar oleh pemerintah pusat. Pembagunan telah dilakukan Bappenas mulai dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, pertanian hingga infrastruktur.

Semua pembangunan akan dilakukan secara bertahap sehingga Tanah Cendrawasih itu akan sejajar dengan wilayah lainnya di Negara Kesa‎tuan Republik Indonesia (NKRI). "Tapi sekarang kita harus bertempur dengan opini-opini yang dibangun bahwa seakan pemerintah membangun ketidakadilan di sana," ujar Wiranto.

Mantan Panglima ABRI itu juga membantah adanya pelanggaran HAM berat‎ di Papua. Isu petisi rahasia tersebut, sambung Wiranto, dilakukan oleh kelompok separatis yang ada di luar negeri.

"Sehingga petisi-petisi itu akan selalu ada tapi kita sebagai negara berdaulat yang punya kedaulatan yang sah yang diakui PBB pertahankan ini dan kita bangsa Indonesia jangan kemudian ikut menyebarkan hoax dan mengingkari kesetiaan kita terhadap NKRI," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini