JAKARTA - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklarifikasi pernyataannya yang akan mundur dari jabatannya jika tidak diusung partai berlambang pohon beringin untuk menjadi Calon Gubernur (Cagub) Pilkada Jawa Barat.
Dedi membenarkan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya. Namun demikian, rencana pengunduran dirinya tersebut bukan karena permasalahan dukungan untuk Pilkada Jawa Barat.
"Jadi sebenarnya bukan soal enggak dapat tiket maju (Pilkada Jawa Barat)," kata Dedi usai bertemu Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakri di gedung Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).
Menurut Dedi, dirinya akan mundur dari jabatannya apabila pencalonan sebagai Gubernur Jawa Barat dapat menimbulkan kekisruhan di internal Partai Golkar.
"Jadi pernyataan saya itu, apabila saya mencalonkan sebagai Gubernur, satu, membuat Golkar menjadi kisruh, dua, menurunkan elektabilitas partai, dan tiga tidak membawa kebaikan pada Golkar dan masyarakat, maka saya mundur," terangnya.