OKEZONE STORY: Perayaan Saturnalia di Romawi, Saat Para Tuan Bertukar Tempat dengan Budak Mereka

Putri Ainur Islam, Okezone · Kamis 05 Oktober 2017 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 04 18 1788570 okezone-story-perayaan-saturnalia-di-romawi-saat-para-tuan-bertukar-tempat-dengan-budak-mereka-u6ngcusyd1.jpg Perayaan Saturnalia. (Foto: The Vintage News)

BANYAK kerajaan di dunia dibangun oleh para budak. Di antaranya adalah kekaisaran Romawi, kekaisaran terbesar di Eropa. Perbudakan di Romawi Kuno berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Budak diperlakukan seperti harta benda dan dipaksa melakukan apa pun yang diminta oleh tuannya. Diperkirakan pada puncak perbudakan di kekaisaran Romawi, budak terdiri dari sekira 40% dari keseluruhan populasi di Roma. Namun setiap 17 Desember, jiwa-jiwa malang ini akhirnya bisa beristirahat dan hidup sederajat dengan tuan mereka. Yaitu pada Hari Saturnalia.

Saturnalia adalah festival yang didedikasikan untuk Saturnus, dewa bibit dan tanaman menurut kepercayaan Romawi. Menurut legenda, Saturnus pernah memerintah Roma, zaman yang dikenal sebagai Era Emas dalam mitologi Romawi. Dewa mengajarkan cara bertani pada rakyatnya, jadi jelas mengapa Saturnus populer dan mengapa orang Romawi menghormatinya dengan festival terbesar mereka.

Awalnya, festival hanya dilakukan satu hari dalam setahun, kemudian beralih ke pesta yang berlangsung selama lima hari. Selain itu, Saturnalia sebagai pertanda bahwa musim tanam dan musim gugur sudah berakhir, jadi petani memberi hormat kepada Saturnus, berharap panen lebih banyak. Menurut sejarawan Romawi Titus Livius, perayaan Saturnalia dimulai sekira abad ke-5 SM. Dengan awal yang sederhana, hari tersebut menjadi yang hari terbesar di Kekaisaran Romawi dan dirayakan oleh semua orang.

Seperti yang dilansir dari The Vintage News, Kamis (5/10/2017), perayaan Saturnalia dimulai dengan penghormatan ke Saturnus dan pengangkatan ikatan wol yang berada di sekitar kaki patung dewa di dalam Kuil Saturnus sebagai simbol pembebasan dan penghormatan. Setelah pengorbanan dan ritual selesai, dimulainya perayaan diumumkan dengan teriakan, "Io, Saturnalia!" oleh orang-orang.

Selama festival berlangsung, hukuman mati dan deklarasi perang ditunda. Perjamuan diselenggarakan dan pertukaran hadiah seperti lilin-lilin atau patung-patung kecil berukir juga dilakukan. Pesta-pesta digelar di sekitar kekaisaran dan perjudian diizinkan selama Saturnalia. Orang-orang akan mengenakan pakaian berwarna-warni dan bukan baju putih biasa. Selain itu, selama Saturnalia, orang kaya akan membantu orang miskin dengan membayar uang sewa dan memberi uang kepada mereka yang membutuhkan. Tapi yang lebih menarik lagi, para tuan akan bertukar tempat dengan budak mereka.

Diperlakukan setara dengan tuan mereka, para budak diizinkan mengenakan topi pileus yang merupakan tanda seorang budak yang dibebaskan. Sebagai warga yang bebas, para pelayan Romawi juga diizinkan untuk mabuk dan berjudi selama perayaan Saturnalia. Duduk di meja bersama dengan majikan mereka, para budak akan memiliki beberapa hari ini untuk merasa seperti tuan.

Durasi perayaan Saturnalia tidak selalu sama tiap tahunnya. Dimulai sebagai hari libur satu hari, kemudian diperpanjang menjadi tiga hari, lima hari, dan pada periode tertentu, festival akan berlangsung selama seminggu penuh. Perayaan publik pertama Saturnalia diadakan pada 497 SM saat pembangunan Kuil Saturnus di Roma selesai. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa Saturnalia hadir sebelum Natal dan cara perayaannya pun hampir mirip.

Beberapa kemiripan memang ada, seperti bertukar hadiah. Ada pula yang mengatakan bahwa asal mula tawa khas Sinterklas yaitu "ho, ho, ho" berasal dari cara pujian terhadap Saturnus yaitu "Io" yang digunakan selama Saturnalia. Satu hal yang pasti, Roma mulai merayakan Natal pada 25 Desember, saat perayaan Saturnalia akan berakhir. Perayaan Natal dimulai pada 312 M setelah Kaisar Konstantin mulai menganut agama Kristen. Sayangnya, kebiasaan memiliki budak kembali muncul saat Saturnalia berakhir, meninggalkan titik gelap sejarah peradaban Romawi yang agung.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini