Share

Terungkap! Israel Ikut Campur dalam Penunjukan Guru-Guru di Sekolah Arab

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 07 Oktober 2017 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 07 18 1790882 terungkap-israel-ikut-campur-dalam-penunjukan-guru-guru-di-sekolah-arab-89q2gyILZf.jpg Foto: Apa Images

TEL AVIV โ€“ Badan Keamanan Internal Israel, Shin Bet dilaporkan memiliki kewenangan untuk menolak penunjukan guru di sekolah-sekolah warga Arab di Negara Zionis itu. Media lokal, Quds Press mengklaim Shin Bet juga memiliki kekuatan untuk memecat guru dengan alasan politik.

Seorang mantan pejabat Kementerian Pendidikan, Israel, Emanuel Koplovich mengatakan, Shin Bet telah sering menolak penunjukan banyak guru berkualifikasi di sekolah-sekolah Arab. Hal itu dibenarkan oleh seorang anggota Knesset, parlemen Israel, Yacob Berri.

"Shin Bet terlibat dalam segala hal mengenai rekrutmen untuk posisi pendidikan. Mereka masih aktif di sekolah Arab hingga hari ini," ย tegas Berri yang juga pernah mengepalai Shin Bet, sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (7/10/2017).

Quds Press mengungkap fakta bahwa Shin Bet menyasar guru-guru etnis Arab dengan bekerjasama dengan kementerian pendidikan. Guru-guru yang menjadi sasaran tidak mengetahui kenapa mereka dipecat atau ditolak dari pekerjaannya. Bahkan, beberapa guru yang tidak terlibat dalam aktivitas politik juga ditolak karena aktivitas politik kerabat mereka.

Informasi tentang guru dan kepala sekolah Arab beredar di berbagai institusi pemerintah, terutama Kementerian Pendidikan Israel dan kantor Perdana Menteri.

Direktur Adalah Centre, Pusat Hak Minoritas Arab di Israel, Hassan Jabareen, mengatakan bahwa campur tangan Shin Bet dalam perekrutan dan pemecatan guru Arab dan kepala sekolah telah lama diketahui di komunitas Arab. Hal ini, menurut Quds Press semakin menegaskan adanya rasa permusuhan Kementerian Pendidikan Israel terhadap warga Arab di negara tersebut, yang populasinya mencakup seperlima dari jumlah penduduk Israel.

Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan, Samson Shoshani mengatakan, penolakan tersebut merupakan bagian dari misi Shin Bet untuk memastikan tidak ada ekstremisme di Israel.

"Shin Bet memiliki peran penting. Misinya adalah memastikan daripada tidak ada penindasan yang dilakukan terhadap siapa pun. Kami tidak melawan guru ekstremis, tapi melawan orang-orang ekstremis dalam hal kesetiaan kepada negara," tukasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini