Dalam kesempatan itu kedua belah pihak juga membahas isu di Rakhine State. Komunitas Sant'Edigio apresiasi diplomasi kemanusiaan Indonesia di Myanmar dan Bangladesh karena isi Rakhine State merupakan isu kemanusiaan yang mempengaruhi stabilitas keamanan kawasan.
“Dialog antaragama penting untuk jembatani hubungan antarmasyarakat. Tahun ini kita selenggarakan interfaith dialogue yang pertama kalinya dengan Myanmar dalam upaya sharing knowledge hadapi kemajemukan di masyarakat,” jelas Menlu Retno, melalui siaran pers, Selasa (10/10/2017).
Menlu Retno dan anggota Komunitas Sant’Edigio juga sepakat bahwa terorisme tidak memiliki agama. Tak ada yang mengajarkan kekerasan, semua agama pastinya mengajarkan kedamaian.
Dialog tersebut juga membahas mengenai kerja sama masyarakat antaragama di Indonesia yang menjadi salah satu contoh solusi menghadapi dan menghargai perbedaan. Komunitas Sant’ Edigio juga memiliki komitmen dalam dialog antaragama, menjaga harmoni dalam masyarakat, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.