Image

Kasus Suap Izin Pembangunan Transmart, Wakil Wali Kota Cilegon Diperiksa KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 13:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 337 1794677 kasus-suap-izin-pembangunan-transmart-wakil-wali-kota-cilegon-diperiksa-kpk-FLrTSJ4QFM.jpg Gedung KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Wakil Wali Kota Cilegon, Edi Aridi dijadwalkan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Sedianya, Edi akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pemulusan perizinan pembangunan Transmart di daerahnya.

"Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka TDS (Tubagus Donny Sugihmukti, Dirut PT Krakatau Industial Estate Cilegon),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat (13/10/2017).

 (Baca: Usut Suap Wali Kota Cilegon, KPK Panggil 5 Pejabat PT Krakatau Industrial dan PT Brantas)

Edi Ariadi diduga mengetahui alur dugaan suap dari dua perusahaan di Cilegon ke Wali Kota, Tubagus Iman Ariyadi. Oleh karenanya, pada pemeriksaan kali ini, penyidik akan menggali keterangan dari‎ Edi terkait aliran dana ke Tubagus Iman.

Bersamaan dengan Edi, penyidik juga memanggil saksi lain yakni, Kepala Badan Lingkungan Kota Cilegon, H. Ujang Iing, Ajudan Wali Kota Cilegon Firman, dan Staf PT Brantas Abipraya, Yohana Vivit.

"Mereka juga diperiksa untuk tersangka yang sama yakni TDS," pungkasnya.

 (Baca: KPK Panggil 3 Orang PT KIEC Terkait Suap Izin Pem‎bangunan Transmart di Cilegon)

Diketahui sebelumnya, Tubagus Dony Sugihmukti telah resmi ditetapkan tersangka oleh KPK atas kasus suap terhadap Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi, bersama dengan lima orang lainnya pada Sabtu, 29 September 2017.

Kelima tersangka lainnya tersebut yakni, Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi; pihak swasta, Hendri; serta Kepala BPTPM Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira.

Sedangkan dua lainnya yang diduga sebagai pihak pemberi suap yakni, Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo; dan Legal Manager PT Krakatau Industrial Cilegon (PT KIEC), Eka Wandoro Dahlan; kelima telah dilakukan penahanan di rutan KPK yang berbeda-beda.

Keenam tersangka tersebut diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait dengan pemulusan proses perizinan rekomendasi Analisis Mengenanai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu prasyarat perizinan pembangunan Mall Transmart.

Atas perbuatannya, Iman, Dita dan Hendry yang diduga sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Bayu Dwinanto, Dony dan Eka yang diduga selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini