Irham yang juga mantan Ketua KPU Sumut ini juga memaparkan klarifikasi via telepon yang telah dilakukannya dengan Syahwil. Dia menyatakan keberadaan Ketua DPRD Palas itu di Medan dalam rangka kunjungan dinas. Alasannya, dia bersama Sekretaris dan staf DPRD Palas.
“Menurut informasi per telepon tadi, yang bersangkutan (Syahwil) memang menginap di Hotel Delta. Dan hotel itu kan satu kesatuan dengan tempat hiburan. Beliau ketika sampai di Medan menginap di hotel itu jam 10 malam (Sabtu, 21/10),” jelasnya.
Irham melanjutkan, Syahwil dan rekan-rekan mencari suasana berbeda di Hotel Delta. “Mereka datang ke ruang itu. Bukan di ruang karaoke tapi di lounge. Mereka duduk di situ kemudian terjadilah razia,” sambungnya.
Mengenai hasil tes urine, Irham menyatakan Syahwil membantah dirinya positif menggunakan narkoba. Dia bahkan mengaku sudah kembali ke Padang Sidimpuan. “Menurut keterangan beliau, ini masih menurut keterangan beliau ya, dia tidak ada mengonsumsi narkoba. Kalau positif tentu kan dilakukan proses hukum,” jelas Irham.
Menurut Irham, tidak tertutup kemungkinan peristiwa itu memang sengaja dikondisikan pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Syahwil dan Partai Golkar. Alasannya, 2017 hingga 2019 adalah tahun politik sehingga banyak kepentingan yang bermain. “Semua dilakukan, tidak hanya menjatuhkan nama beliau tapi juga nama Partai Golkar yang cukup baik di Padang Lawas. Kita akan melihat lebih jauh, apakah ada pola yang ingin menjatuhkan beliau karena Palas kan mau Pilkada,” papar Irham.