"Dia mah jalan kaki soalnya deket, paling seratus meter dari rumah. Terus, pas mau berangkat dia saliman sama saya sampe dua kali, nggak kayak biasanya terus senyum. Ya, saya nggak tau kalau itu yang terakhir," terangnya.
Surnah yang merupakan anak yatim tersebut kini harus meninggalkan sang ibunda seorang diri di rumah sederhana peninggalan sang ayah. Semasa hidupnya, remaja lulusan Sekolah Dasar ini juga sering menceritakan nikmatnya bekerja di pabrik mercon tersebut.
"Kalau masalah kerja dia seneng karena dapat uang sehari Rp40 ribu, terus dia bilang bosnya baik-baik. Kerjanya juga cuma masukin bungkus kembang api doang. Dia nggak pernah ngeluh ke saya," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Surnah merupakan salah satu korban tewas dalam peristiwa kebakaran disertai ledakan dahysat pada Kamis, 26 Oktober sekira pukul 09.00 WIB. Jasad Surnah yang sudah tak dikenali lantaran dalam kondisi hangus, berhasil teridentifikasi lantaran, behel yang digunakannya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas 46 korban tewas yang saat ini berada di Rumah Sakit Kramat Jati Polri, Jakarta.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.