Image

Dihalangi Kabut Tebal, Kunjungan Rahasia Trump ke Zona Demiliterisasi Korut-Korsel Batal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 08 November 2017, 10:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 08 18 1810412 dihalangi-kabut-tebal-kunjungan-rahasia-trump-ke-zona-demiliterisasi-korut-korsel-batal-pSaYQKCpvw.jpg Staf senior Gedung Putih mendiskusikan situasi dengan Presiden AS Donald Trump yang duduk di dalam mobil mengenai rencan kunjungannya ke DMZ, 8 November 2017. (Foto: Reuters)

SEOUL – Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) terpaksa batal karena cuaca yang buruk. Penerbangan Trump dari DMZ terpaksa dibatalkan karena kabut tebal yang turun.

"Gedung pencakar langit dan lingkungan padat di Seoul hampir tidak terlihat di balik kabut tebal saat kami mengudara,” demikian dilaporkan Straits Times, Rabu (8/11/2017).

Helikopter yang ditumpangi Trump bertolak dari pangkalan militer Yongsan di Seoul tetapi terpaksa berbalik arah. Rombongan Trump menunggu cuaca membaik selama hampir satu jam, namun kondisi justru bertambah buruk sehingga rencana kunjungan ke DMZ akhirnya dibatalkan.

BACA JUGA: Jelang Kedatangan Trump, Menlu Korsel Ingatkan Perang dengan Korut Tidak Boleh Terjadi

Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan, Trump sangat kecewa dan frustrasi karena harus kembali dan membatalkan kunjungannya ke DMZ.

Kunjungan tersebut juga sempat dirahasiakan sampai beberapa jam sebelum keberangkatan.

Para reporter yang bepergian bersama Trump dipanggil oleh Sanders beberapa jam lebih awal dari yang dijadwalkan pada Rabu pagi, 8 November. Mereka kemudian diberi pengarahan mengenai kunjungan kejutan Trump ke DMZ dan semua pergerakan media diembargo sampai presiden mendarat kembali di Seoul setelah kunjungan tersebut.

Presiden Korsel, Moon Jae-in semula direncanakan akan bergabung dengan Trump di DMZ dalam sebuah momen bersejarah. Menurut Sanders, jika rencana tersebut tidak dibatalkan, maka itu adalah kali pertama Presiden AS dan Korsel mengunjungi DMZ bersama.

"Upaya tersebut menunjukkan kuat dan pentingnya aliansi antara kedua negara," ujarnya.

Trump memulai kunjungan 24 jam-nya ke Korsel saat dia mendarat di Pangkalan Udara Osan di luar Kota Seoul pada Selasa, 7 November. Dia kemudian terbang dengan helikopter ke Kamp Humphreys, pangkalan militer AS terbesar di Negeri Ginseng, dan bertemu dengan tentara AS dan Korea Selatan di sana, bersama dengan Presiden Moon Jae-in.

BACA JUGA: Tiba di Korsel, Trump Masih Usung Isu Krisis Nuklir Korea Utara

Dari Korsel Trump akan melanjutkan perjalanannya ke China dan Vietnam. Dia dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Danang, Vietnam di mana dia direncanakan akan bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini