nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Kedatangan Trump, Menlu Korsel Ingatkan Perang dengan Korut Tidak Boleh Terjadi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 07 November 2017 03:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 07 18 1809604 jelang-kedatangan-trump-menlu-korsel-ingatkan-perang-dengan-korut-tidak-boleh-terjadi-dofdMbg5wf.jpg Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha (Foto: Nicholas Kamm/AFP)

SEOUL - Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel), Kang Kyung-wha mengingatkan, program nuklir Korea Utara (Korut) harus diselesaikan lewat jalan diplomasi, bukan invasi militer. Perkataan itu diucapkan menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Seoul.

BACA JUGA: Jelang Kedatangan Donald Trump, Korsel Jatuhkan Sanksi kepada 18 Warga Korut

“Perang tidak boleh terjadi lagi di Semenanjung Korea. Resolusi untuk isu nuklir Korea Utara harus dilakukan secara damai dan diplomatis,” ujar Kang Kyung-wha dalam sebuah wawancara khusus, mengutip dari NBC News, Selasa (7/11/2017).

Sebagaimana diberitakan, Trump bertolak ke Seoul setelah menyelesaikan agendanya di Jepang. Politikus Partai Republik itu akan berada di Negeri Ginseng pada 7-8 November dengan agenda utama membahas isu Korea Utara (Korut) bersama Presiden Moon Jae-in.

BACA JUGA: Jelang Kunjungan Trump, Menhan AS Sambangi Korsel 

Orang nomor satu di AS itu dikenal senang melontarkan kata-kata provokasi untuk Korut. Trump pada September lalu pernah menyatakan bahwa AS bisa menghancurkan Korut jika memang terpaksa. Akan tetapi, Kang mengingatkan untuk lebih berhati-hati pada opsi militer.

“Negara ini tumbuh dari kehancuran total setelah Perang Korea, dan selama 6-7 dekade kita telah menjadi negara dengan demokrasi, ekonomi, dan pasar yang berkembang pesat. Ide akan perang yang tidak terbayangkan dapat menghapus semua pencapaian itu,” urai Kang Kyung-wha.

BACA JUGA: Wow! Trump Ingin Bertemu Empat Mata dengan Kim Jong-un

Korea Utara dan Selatan secara teknis masih dalam keadaan perang. Sebab, Perang Korea hanya diakhiri gencatan senjata pada 1953, alih-alih perjanjian damai. Karena itu, perang antara Pyongyang dengan Seoul bisa saja kembali meletus sewaktu-waktu jika kondisi di Semenanjung Korea tak kunjung kondusif.

BACA JUGA: Trump Yakin Jepang Mampu Tembak Jatuh Rudal Korut

Meletusnya perang hanya akan membawa penderitaan bagi sekira 50 juta orang warga Korea Selatan. Terlebih lagi, Ibu Kota Seoul hanya berjarak sekira 56 kilometer (km) dari perbatasan antara kedua Korea. Jarak tersebut cukup dijangkau dengan rudal jarak pendek saja dari Korut yang saat ini sudah mampu menembakkan roket hingga ribuan kilometer.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini