nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS-Korsel Kembali Gelar Latgab Militer pada 1 April

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 12:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 20 18 1875244 as-korsel-kembali-gelar-latgab-militer-pada-1-april-QhOV6QWBFL.jpg AS-Korsel kembali menggelar latgab militer pada 1 April hingga akhir Mei (Foto: AFP)

WASHINGTON – Meredanya tensi di Semenanjung Korea tidak menghalangi pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) untuk menggelar latihan militer gabungan (latgab). Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) mengumumkan, latgab akan kembali digelar pada 1 April mendatang.

Seoul dan Washington sebelumnya sepakat untuk menunda latgab militer demi suksesnya penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 di mana Korea Utara turut ambil bagian. Militer AS menyatakan, skala dan intensitas latgab akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Latihan bersama kami berorientasi pada pertahanan dan tidak ada alasan bagi Korea Utara untuk melihatnya sebagai bentuk provokasi,” ujar juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Christopher Logan, melansir dari Reuters, Selasa (20/3/2018).

Ia menambahkan, militer Korea Utara sudah diberi tahu mengenai jadwal latihan gabungan tersebut oleh Pasukan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC). Logan menerangkan, latgab antara Korea Selatan dengan Amerika Serikat akan ditutup pada akhir Mei.

Latihan gabungan tersebut akan melibatkan simulasi komputer serta lapangan. Sedikitnya 23.700 tentara AS dan 300 ribu tentara Korea Selatan akan berpartisipasi dalam latihan. Logan mengatakan, latgab itu sudah direncanakan sejak lama dan bukan sebagai respons atas aksi Korea Utara di Semenanjung Korea.

Pada Januari, Menteri Pertahanan AS, James ‘Jim’ Mattis, memutuskan menunda latgab dengan alasan kekurangan logistik di mana pasukan Korsel terfokus untuk mengamankan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

Tidak lama setelah pengumuman penundaan latgab pada Januari, Pyongyang sepakat untuk menggelar perundingan antarkedua Korea yang digelar 9 Januari. Perundingan tersebut membuka jalan bagi inisiatif menuju perdamaian di Semenanjung Korea, termasuk kunjungan delegasi khusus Korea Selatan ke Pyongyang guna bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un.

Kunjungan utusan khusus itu berbuah manis. Kim Jong-un menyatakan komitmen untuk denuklirisasi Semenanjung Korea dan siap bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in pada April sebelum bersua Presiden AS Donald Trump pada penghujung Mei.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini