Ratusan Jet Tempur Ikut Latgab AS-Korsel, Menlu Palestina Kunjungi Indonesia

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 04 Desember 2017 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 04 18 1824615 ratusan-jet-tempur-ikut-latgab-as-korsel-menlu-palestina-kunjungi-indonesia-y4m5jlIbQe.JPG Pesawat bomber B-1B milik Angkatan Udara AS akan ambil bagian dalam latihan gabungan dengan Korsel pada 4-8 Desember 2017 (Foto: Reuters)

KOREA Utara (Korut) lagi-lagi menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump sedang mengajak terjadinya perang nuklir. Tuduhan tersebut dilancarkan menjelang latihan militer gabungan bertajuk ‘Vigilant Ace’ antara militer AS dengan Korea Selatan (Korsel).

Militer AS dan Korsel akan menggelar ‘Vigilant Ace’ selama 4-8 Desember. Sekira 12 ribu personel militer AS dan 230 unit pesawat siap untuk ambil bagian dalam latihan tersebut. Seperti biasa, latihan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi ancaman rudal balistik Korut.

BACA JUGA: Lagi, Korut Sebut Trump Menginginkan Terjadinya Perang Nuklir

Melansir dari Yonhap, Senin (4/12/2017), enam unit jet tempur F-22 Raptor dari AS sudah tiba di Korea Selatan sejak Sabtu 2 Desember. Pesawat tersebut mampu menembak target secara akurat tanpa terdeteksi oleh rudal musuh. F-22 akan ikut latihan tersebut untuk pertama kalinya di wilayah udara Korsel.

Selain itu, AS juga akan menerjunkan pesawat siluman F-35A, jet tempur F-16C, dan beberapa pesawat lainnya, termasuk jet bomber B-1B. Sementara Korsel menurunkan jet tempur F-15K, KF-16, dan F-5. Salah satu menu latihan adalah simulasi menembak ke target rudal dan peluncurnya, serta nuklir Korut.

Sebagaimana diberitakan, Korea Utara kembali melancarkan rudal balistik antarbenua Hwasong-15 pada Rabu 29 November dini hari waktu setempat. Rudal tersebut diklaim mampu menjangkau seluruh wilayah daratan AS jika ditembakkan pada sudut tertentu.

Merespons peluncuran tersebut, AS dan Korsel sepakat untuk menggelar latgab. Latihan semacam tersebut rutin dilakukan oleh kedua negara bersekutu itu sebagai bagian dari antisipasi atas ancaman serta provokasi Korut yang kian hari kian berbahaya bagi stabilitas di Semenanjung Korea.

Kunjungan Menlu Palestina

Dukungan penuh Indonesia bagi Palestina sudah tidak perlu diragukan lagi. Menurut rencana, Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina, Riyadh al Maliki, akan menyambangi Jakarta pada 5 Desember. Ia dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno LP Marsudi di Kementerian Luar Negeri.

BACA JUGA: Ini Langkah Nyata Indonesia Bantu Persiapan Kemerdekaan Palestina

Menlu Riyadh al Maliki juga akan menghadiri serta membuka Seminar dan Pameran Foto bertajuk “Empowering the People, Strengthening the Nation: Indonesia’s Unwavering Support for Palestina through Technical Assistance.” Seminar ditujukan untuk memberi dukungan atas peningkatan kapasitas kepada Palestina sebagai persiapan kemerdekaan.

Sejumlah isu akan dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut, antara lain perkembangan terakhir di Palestina serta upaya memperkuat Palestina di forum internasional. Menlu Retno Marsudi sendiri mengapresiasi terjadinya kesatuan di Palestina antara faksi Partai Fatah dengan Gaza.

BACA JUGA: Israel Sengaja Ganggu Proses Damai, Menlu Retno Puji Determinasi Palestina

Pemerintah Indonesia sejak 2008 sudah memberikan bantuan teknis kepada sekira 1.800 warga Palestina. Jumlah total biaya yang dikeluarkan mencapai USD10 juta. Selain itu, Indonesia juga telah membantu pembangunan rumah sakit di Jalur Gaza melalui koordinasi sejumlah lembaga.

BACA JUGA: Indonesia Berkomitmen Lanjutkan Pembangunan Kapasitas di Palestina

“Indonesia berada di belakang setiap warga Palestina. Kita tergabung dalam harapan, mimpi, doa, dan perjuangan untuk hak-hak mereka. Kita sudah melakukan banyak hal, tetapi harus terus ditingkatkan,” ujar Menlu Retno LP Marsudi saat menghadiri acara Peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, pada Kamis 30 November.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini