Redakan Tensi Selama Olimpiade, Presiden Korsel Batasi Latgab Militer dengan AS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 19 Desember 2017 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 19 18 1833036 redakan-tensi-selama-olimpiade-presiden-korsel-batasi-latgab-militer-dengan-as-lO4LMOau5v.JPG Presiden Korsel Moon Jae-in dan Presiden AS Donald Trump (Foto: Kevin Lamarque/Reuters)

SEOUL – Korea Selatan (Korsel) bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang yang akan dihelat pada Februari 2018. Meski demikian, suhu politik di Semenanjung Korea tetap menghangat mengingat program rudal balistik dan nuklir Korea Utara (Korut) tetap menjadi ancaman nyata.

Presiden Korsel, Moon Jae-in, berupaya mengurangi ketegangan tersebut demi menyukseskan gelaran Olimpiade Musim Dingin. Salah satu kebijakan politik yang diambil adalah membatasi latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS).

“Sangat mungkin bagi Korsel dan AS untuk meninjau kembali kemungkinan penundaan latihan. Saya sudah menyampaikan saran itu kepada AS dan mereka sedang meninjau ulang. Bagaimana pun juga, itu tergantung perilaku Korut,” ujar Moon Jae-in, mengutip dari Reuters, Selasa (19/12/2017).

Sebagaimana diketahui, AS dan Korsel rutin menggelar latihan militer gabungan (latgab) sebagai antisipasi terhadap ancaman Korut. Di sisi lain, Pyongyang memandang latihan tersebut sebagai provokasi dan menuduh musuh mereka sedang melakukan simulasi invasi militer.

Moon Jae-in berharap Korea Utara ambil bagian dalam ajang olahraga tersebut meski sudah melewati tenggat waktu pendaftaran. Pria berusia 64 tahun itu optimis Korea Utara tetap berpartisipasi karena Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan kelonggaran bagi negara serba tertutup itu.

“Saya berharap Korea Utara akan ambil bagian di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. IOC dan Komite Paralympic Internasional (IPC) bekerja keras untuk mendorong partisipasi Korea Utara. Melihat pengalaman, saya pikir Korea Utara akan mengonfirmasi partisipasi di menit-menit akhir. Kita akan terus membujuk mereka hingga saat itu. Pemerintah menanti dengan sabar,” tukas Moon, dilansir Yonhap.

Keturunan seorang pengungsi asal Korut itu mengatakan, olimpiade adalah soal perdamaian dan harmoni serta merupakan kesempatan sangat penting bagi kawasan. Sebab, China dan Jepang yang juga akan menyelenggarakan olimpiade berikutnya secara berturut-turut dapat saling bekerja sama. Sebagai informasi, Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 sementara China menghelat Olimpiade Musim Dingin 2022 setelah Korea Selatan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini