Image

Bahas Sengketa Laut China Selatan, Kedubes AS: Klaim Kemaritiman Harus Sesuai Hukum Internasional

ant, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 19:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 18 1814649 bahas-sengketa-laut-china-selatan-kedubes-as-klaim-kemaritiman-harus-sesuai-hukum-internasional-Uv15QTq5aG.jpg Foto satelit menunjukkan kawasan Pulau Utara, bagian dari Kepulauan Parsel, di Laut China Selatan yang dikuasai China. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk ASEAN Daniel Shields mengatakan klaim kemaritiman di Laut China Selatan harus sesuai dengan hukum internasional.

"Amerika Serikat memiliki pesan yang konsisten pada semua tingkatan tentang pentingnya Laut China Selatan dan mempertahankan pelayaran bebas dan aturan hukum di Laut China Selatan," kata Daniel dalam pengarahan dengan wartawan mengenai partisipasi Presiden Trump di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN lewat telepon dari Manila di Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Daniel menuturkan pembangunan kawasan Indo-Pasifik juga didukung oleh perdagangan dan pelayaran yang melewati Laut China Selatan. Oleh karena itu, kejelasan terkait Laut China Selatan juga menjadi salah satu prioritas utama bagi pihaknya.

Dia menuturkan, AS tidak pernah mengklaim atau memihak pada klaim teritorial Laut China Selatan dari negara yang bersengketa.

"Tapi kami menekankan bahwa semua klaim maritim harus sesuai dengan hukum internasional," ujarnya.

China mengklaim hampir semua Laut China Selatan, perairan yang dilintasi kapal-kapal pengangkut barang dagangan senilai USD3 triliun tiap tahun. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki territorial yang diklaim di kawasan itu.

Di samping itu, Daniel Shields menuturkan, Presiden AS Donald Trump dan timnya mendorong kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.

"Amerika Serikat mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dalam strategi ekonomi untuk mempromosikan perdagangan," ujarnya.

Selain meningkatkan arus perdagangan, kawasan Indo-Pasifik yang bebas juga mendorong pasar terbuka, pelayaran dan keterlibatan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Daniel Shields mengatakan, AS mendorong kemakmuran, perdamaian dan keamanan kawasan.

"Saya di sini untuk memajukan perdamaian, untuk mendorong keamanan, dan bekerja sama dengan Anda untuk mencapai Indo-Pasifik yang benar-benar bebas dan terbuka, di mana kita bangga dan memiliki negara-negara berdaulat, dan kita berkembang, dan semua orang ingin sejahtera," kata Donald Trump dalam sambutan di KTT KE-5 ASEAN-AS di Manila, Filipina, Senin, yang dikutip dari laman resmi Gedung Putih.

Dia mengatakan AS-ASEAN telah lama menjalin kemitraan yang memasuki usia 40 tahun pada 2017. Kemitraan tersebut telah terjalin di berbagai bidang di antaranya hubungan ekonomi, keamanan, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia dan hubungan antarmasyarakat.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini