Dijelaskan Wandi, kedatangan belasan polisi pada Selasa malam itu, menggunakan tiga unit mobil pribadi dan langsung masuk ke dalam tempat usaha laundry tersangka. "Waktu kejadian itu kami masih belum tahu ada kasus apa yang dilakukan olehnya (Badrun), sampai di datangi polisi malam itu," ujarnya.
Sampai tak beberapa lama, diakui Wandi, terdengar suara tembakan yang tidak terlalu keras dari dalam tempat usaha serta tempat tinggal tersangka. "Bunyinya sekali gak keras, mungkin pakai peredam suara," terangnya.
Badrun nekat membunuh Imam Maulana diduga karena cemburu karena kekasihnya itu memiliki kekasih di Jawa Barat. Tersangka sempat menyimpan mayat korban sehari dua malam di tempat usaha laundry miliknya.
Dan setelah itu, guna menghilangkan barang bukti agar aksinya tak diketahui polisi, Badrun membuang mayat korban di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Selasa pagi.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.