Si Penjagal 8.000 Muslim Bosnia Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 22 November 2017 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 22 18 1818438 si-penjagal-8-000-muslim-bosnia-dituntut-hukuman-seumur-hidup-KchCB3XhGl.jpg Ratko Mladic saat berada di Belgrade, Serbia, Mei 1993. (Foto: Reuters)

DEN HAAG – Mahkamah PBB untuk Kejahatan Perang di Bekas Yugoslavia menjatuhkan vonis terakhir untuk mantan Jenderal Serbia, Ratko Mladic, atas perannya dalam genosida dan pembantaian 8.000 warga Muslim di Srebrenica. Jaksa Penuntut meminta vonis hukuman seumur hidup dijatuhkan terhadap Mladic yang juga dituntut atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas insiden pengepungan Sarajevo yang menewaskan 11 ribu warga sipil.

BACA JUGA: Sidang Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Memasuki Tahap Akhir

Pembantaian Srebrenica merupakan kejahatan perang terburuk yang terjadi di Eropa sejak Perang Dunia II. Mladic menghadapi 11 tuntutan dan menyatakan dirinya tidak bersalah atas semua tuntutan tersebut. Dia juga diyakini akan mengajukan banding jika dinyatakan bersalah.

Pada 11 Juli 1995, Pasukan Serbia yang dipimpin Mladic menyerang Srebrenica, sebuah kota di perbatasan Bosnia dan Serbia yang saat itu telah dinyatakan sebagai wilayah aman dan dijaga oleh pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Pasukan Penjaga Perdamaian Belanda yang menyerah dalam serangan tersebut tak bisa berbuat apa-apa saat Pasukan Serbia memisahkan para pria, pemuda dan anak laki-laki dari warga perempuan dan membawa mereka untuk dieksekusi.

Berdasarkan kesaksian Munira Subasic, seorang saksi mata dan anggota kelompok “Mother of Srebrenica”, Mladic direkam saat mengunjungi kamp pengungsi Bosnia di Srebrenica pada 12 Juli, sehari setelah serangan.

“Dia memberikan cokelat dan permen kepada anak-anak saat kamera merekam, mengatakan pada kami tidak ada yang akan terjadi dan tidak ada alasan untuk takut,” kata Munira sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (22/11/2017).

Tetapi, setelah kamera pergi, dia memerintahkan untuk membunuh siapa pun yang bisa dibunuh, memerkosa siapa pun yang bisa diperkosa dan akhirnya memerintahkan kami semua untuk diusir dari Srebrenica, agar dia bisa menciptakan sebuah kota yang bersih dari etnis Bosnia,” lanjutnya.

Putra dan suami Subasic ditemukan di dalam sebuah kuburan massal oleh anggota Komisi Internasional untuk Orang Hilang (ICMP). Sejauh ini, komisi tersebut telah mengidentifikasi 6.900 jasad dari Srebrenica melalui analisis DNA.

Pengacara Mladic mengatakan, kewajiban yang dibebankan kepada si Penjagal Bosnia, julukan untuk Mladic, oleh Pasukan Serbia untuk melakukan pembunuhan dan pembersihan etnis terhadap warga sipil Bosnia telah menjadi sesuatu yang tidak bisa dipungkiri dan dipertanyakan. Karena itu, kliennya seharusnya hanya mendapatkan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pengadilan yang dilangsungkan di Den Haag memakan waktu lebih dari empat tahun dikarenakan penundaan yang disebabkan oleh kesehatan Mladic yang buruk. Kasus ini akan menjadi kasus terakhir, tidak termasuk banding, yang akan diperiksa oleh Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY).

Meski Mladic telah beberapa kali mengalami stroke, hakim PBB menolak yang dilakukan pengacaranya di saat-saat terakhir untuk menunda putusan atas dasar medis. Pengacara Mladic juga menghadapi pekerjaan berat untuk mengurangi hukuman terhadap Mladic melihat bukti-bukti yang diajukan terhadapnya dari persidangan sebelumnya.

BACA JUGA: Penjagal Muslim Bosnia Divonis 40 Tahun Penjara

Dua tokoh pembersihan etnis Bosnia lainnya, Pemimpin Politik Serbia, Radovan Karadzic dan Presiden Serbia Slobodan Milosevic telah menerima putusan dari ICTY. Karadzic divonis 40 tahun penjara sementara Milosevic meninggal dunia di tahanan pada 2006. Empat bawahan Mladic lainnya yang telah menjalani proses persidangan dijatuhi hukuman seumur hidup.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini