Share

Jepang Anugerahi Bintang Jasa untuk Azyumardi Azra

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Kamis 23 November 2017 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 23 18 1819506 jepang-anugerahi-bintang-jasa-untuk-azyumardi-azra-QwM8tvcW7a.jpeg Duta Besar Jepang Mashafumi Ishii menyerahkan anugerah bintang jasa kepada Azyumardi Azra (Foto: Rufki Vinanda/Okezone)

JAKARTA - Prof. Dr. Azyumardi Azra dikenal sebagai salah satu tokoh Islam moderat dari Indonesia. Ia diketahui merupakan salah satu sosok yang aktif berkontribusi terhadap pengembangan hubungan antara Jepang dan Indonesia.

Sepanjang perjalanan karirnya di dunia pendidikan, Azyumardi Azra telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan hubungan kedua negara melalui bidang penelitian regional Indonesia khususnya penelitian tentang Islam serta melalui pertukaran akademik. Atas jasa-jasa tersebut, Pemerintah Jepang memberikan penghargaan berupa penganugerahan "The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star."

Penyerahan Bintang Jasa oleh Sri Baginda Kaisar Jepang, Akihito, telah dilakukan di Istana Kekaisaran Jepang pada 7 November. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan resmi melalui Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii.

Didampingi istrinya, Sayako Ishii, Dubes Jepang memberikan penghargaan tersebut kepada Azra dikediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).

"Saya sangat gembira dapat merayakan penyerahan bintang jasa kali ini. Profesor Azyumardi telah lama meneliti Islam moderat. Beliau adalah salah satu tokoh islam terbaik di Indonesia,"ujar Dubes Masafumi Ishii.

Dubes Ishii menambahkan, Azyumardi telah memberikan pemahaman Islam yang benar pada warga Jepang. Pria kelahiran Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat pada 4 Maret 1955 ini, telah mendorong pengertian di antara masyarakat Islam di Indonesia dan masyarakat Jepang melalui proyek undangan bagi para guru pesantren atau kyai-kyai muda ke Jepang.

"Tanpa inisiatif dan nasihat dari bapak Azyumardi untuk mengirim kyai-kyai muda maka kerjasama ini tidak akan terjalin," imbuh Dubes Ishii.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Atas penghargaan yang telah diberikan padanya, Azyumardi mengucapkan terima kasih kepada Jepang. Ia juga mengaku bangga karena berkat penganugerahan ini, Azyumardi bisa berjumpa dengan Kaisar Akihito dan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe.

"Saya berterima kasih pada Kaisar Akihito dan Perdana Menteri Shinzo Abe yang telah memberikan sertifikatnya kepada saya. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung karena dengan kaisar yang akan segera turun takhta," terang Azyumardi.

Azyumardi bercerita salah satu proyek kerjasama yang paling berkesan antar kedua negara adalah dibangunnya fakultas kedokteran dan kesehatan di UIN Syarif Hidayatullah dan pengiriman 50 dosen untuk mengambil program doktoral di berbagai jurusan di Jepang. Menurutnya hal tersebut menjadi bukti bahwa Jepang merupakan salah satu negara yang serius membantu memajukan Indonesia dan menepati janji.

Azyumardi menambahkan, Jepang pada dasarnya telah menjadi negara yang berjasa bagi Indonesia bahkan sebelum merdeka. Negeri Matahari Terbit diketahui membangun cikal bakal dari berdirinya Kementerian Agama saat ini.

Ayah empat orang anak tersebut, sebelum mendapatkan penghargaan dari Jepang ternyata juga telah mendapat beberapa penghargaan lainnya. Dari dalam negeri, ia diberi penghargaan Bintang Maha Utama. Pada 2010, ia mendapat gelar kehormatan sebagai Commander of the Order of British Empire pada tahun 2010, dengan kata lain, Azyumardi Azra dianggap sebagai salah satu bangsawan di Inggris.

Dirangkum dari berbagai sumber, setelah lulus dari IAIN Fakultas Tarbiyah di Jakarta, Azyumardi Azra melanjutkan pendidikannya ke Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah di Columbia University dengan beasiswa pada 1988.

Setelah kembali ke Indonesia dan mendirikan jurnal Indonesia yang bernama Studia Islamika, Azyumardi Azra masih sempat berkunjung ke Southeast Asian Studies pada Oxford Centre for Islamic Studies dan menjadi pengajar di St. Anthony College. Azyumardi Azra kemudian menjadi Guru Besar UIN dari 1998 sampai 2006. Dan kemudian menjadi Guru Besar Pasca Sarjana UIN dari 2007 sampai 2012.

Sebelumnya pada Juli lalu, Pemerintah Jepang juga memberikan penganugerahan bintang jasa pada Marzuki Darusman. Ia diberi penghargaan atas perannya dalam urusan hak asasi manusia (HAM).Marzuki juga telah berulang kali mengunjungi Jepang untuk bertukar pandangan dengan pemerintah dan keluarga korban penculikan atas situasi HAM di Korea Utara termasuk kasus penculikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini