Share

Bertemu Menlu Retno, Menlu Jepang Bicarakan Pulau Natuna hingga Kasus Penculikan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 Januari 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 18 2151434 bertemu-menlu-retno-menlu-jepang-bicarakan-pulau-natuna-hingga-kasus-penculikan-XGa4AYzEFP.jpeg Foto: Okezone.

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, membahas sejumlah isu bilateral, kawasan, dan Internasional yang tengah berkembang. Ini merupakan kunjungan menlu asing pertama pada tahun 2020, dan kunjungan pertama Menlu Motegi ke Indonesia sejak dilantik sebagai diplomat tertinggi Jepang.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kedua Menlu menyepakati sejumlah langkah penguatan kerja sama bilateral dan pembentukan kerja sama trilateral antara Indonesia, Jepang dan Timor Leste.

BACA JUGA: Perbarui Kerjasama, Indonesia-Jepang Bakal Garap Proyek Kereta hingga Ibu Kota Baru

Indonesia dan Jepang juga sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi, terutama di bidang investasi untuk pulau-pulau terluar Indonesia, termasuk Pulau Natuna.

“Khusus untuk Natuna, kita sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT). Indonesia mengharapkan agar SKPT fase kedua dapat ditindaklanjuti,” kata Menlu Retno pada keterangan pers usai pertemuan dengan Menlu Motegi.

Kerja sama pengembangan pulau terluar ini bukanlah hal yang baru, bahkan untuk SKPT di Kepulauan Natuna kerja sama telah memasuki fase kedua. Selain SKPT, Indonesia juga mengajak Jepang melakukan kerja sama dalam bidang pariwisata dan pengembangan kapasitas nelayan.

Kepada wartawan, Menlu Motegi Indonesia dan Jepang akan memperkuat kerja sama dalam dua bidang, yaitu pembenahan infrastruktur da pengembangan sumber daya manusia (SDM), sebagaimana disepakati dalam pertemuan puncak tingkat kepala negara, serta pertemuan tingkat menlu pada November 2019.

“Kami sepakat untuk mendirikan kerangka guna meninjau proyek kerja sama bilateral secara luas termasuk bidang-bidang tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Peringatan 60 Tahun Kerjasama Indonesia-Jepang, Dua Negara Sepakat Percepat Pembangunan Infrastruktur

Di bidang infrastruktur Jepang akan memulai proyek pembenahan pasar ikan dan pelabuhan di pulau-pulau terluar Indonesia mulai bulan Februari 2020, dan akan melanjutkan pembangunan jaringan mass rapid transport (MRT) di Jakarta dan pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, sesuai dengan rencana.

Sementara mengenai pengembangan SDM, Jepang akan melanjutkan kerja sama yang baru saja dibentuk dengan pihak swasta Indonesia, terus melakukan transfer teknologi, dan meningkatkan ekspor.

Di bidang keamanan, Jepang dan Indonesia sepakat menyelenggarakan pertemuan 2+2 tingkat menteri yang mepertemukan Menteri luar negeri dan Menteri Pertahanan dari kedua negara untuk memudahkan koordinasi keamanan Indonesia-Jepang. Selain itu, Jepang juga akan memulai kerja sama teknik dan pengembangan kapasitas dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Dalam pertemuan itu, Menlu Motegi juga menyampaikan dukungan Jepang bagi Indonesia dalam beberapa isu seperti inisiatif ASEAN Outlook on Indo-Pacific dan sengketa Laut China Selatan. Jepang juga menyampaikan keinginan agar Indonesia bekerja sama secara erat dalam isu di Semenanjung Korea dan upaya pembebasan sandera warga Jepang dari Korea Utara.

“Terlebih lagi, saya menyampaikan harapan saya agar Indonesia dapat memahami dan bekerja sama untuk menyelesaikan penculikan warga negara Jepang sesegera mungkin,” ujarnya.

Mengenai situasi di Timur Tengah, Indonesia dan Jepang sepakat meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak terjadi eskalasi di wilayah yang akan memperburuk situasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini