Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Begini Suasana 'Penjara Mewah' Pangeran dan Pejabat Tinggi Saudi

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 25 November 2017 |00:01 WIB
Begini Suasana 'Penjara Mewah' Pangeran dan Pejabat Tinggi Saudi
Hotel Ritz-Carlton di Riyadh, Arab Saudi, menjadi 'penjara mewah' bagi para pangeran dan pejabat elite negara itu. (Foto: AFP)
A
A
A

AIR mancur menyambut para tamu di halaman hotel Ritz-Carlton di Riyadh, Arab Saudi. Dan begitu masuk ke lobi, lampu-lampu hias mewah dan lantai marmer tampak gemerlap.

Bukan sembarang hotel, di sinilah para pejabat Arab Saudi menerima dan menjamu tamu negara, termasuk Presiden Donald Trump, yang melawat ke Saudi beberapa bulan lalu. Namun sejak awal November, hotel ini menjadi 'penjara mewah' bagi belasan pangeran, menteri, dan pengusaha yang diduga melakukan korupsi, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Tak kurang dari 200 elite 'dikurung' di sini, termasuk 11 pangeran, dua di antaranya adalah keponakan Raja Salman. Mereka yang dilaporkan mendekam di sini antara lain adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, salah satu pengusaha terkaya di dunia. Penangkapan dan penahanan mereka langsung diperintahkan oleh Putra Mahkota, Mohammed bin Salman.

Seperti apa suasana hotel yang dipakai sebagai tempat untuk menahan belasan pangeran, pejabat dan pebisnis Saudi tersebut?

Saat wartawan BBC Lyse Doucet mengunjungi hotel ini, sekilas tak ada perbedaan yang mencolok dengan hotel-hotel mewah lain di Riyadh.

Di lobi, tampak beberapa orang menikmati kopi. Yang berbeda adalah, mereka tak banyak berbicara. Juga tidak menggunakan telepon genggam.

Doucet mengatakan mereka memang tak dibolehkan mengakses telepon genggam. Jika mereka ingin mengontak anggota keluarga, pejabat, perusahaan atau pengacara, telah disediakan sambungan telepon khusus.

Fasilitas lain seperti kolam renang dan pusat kebugaran tetap buka seperti biasa meski saat Doucet berkunjung ke hotel tidak ada yang menggunakan fasilitas ini.

Doucet dibolehkan bertemu dengan seseorang yang ditahan di hotel ini. "Ia mengatakan selama ditahan di hotel ia lebih banyak menghabiskan waktu berkonsultasi dengan kuasa hukumnya," kata Doucet.

"Ia tak bersedia membeberkan secara rinci kasus yang disangkakan kepadanya. Ia juga mengatakan ini bukan investigasi resmi. 'Proses yang bersahabat' demikian para pejabat menyebutnya," tambah Doucet.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement