BOGOR - Polsek Rumpin telah menetapkan DM (16), terduga pelaku kasus perkelahian ala gladiator di Kabupaten Bogor, sebagai tersangka. DM diduga merupakan lawan duel korban tewas, Ahmad Raih Syahdan (16), pelajar SMP Islam Asy Syuhada, Rumpin.
Meski sudah menyandang status tersangka, namun DM, siswa SMP Leuwibatu, Rumpin, Bogor belum ditahan. Alasan polisi karena masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi, dan mencari alat bukti lain. "Kami juga sedang koordinasi dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan Unit PPA Polres Bogor," ujar Kapolsek Rumpin Kompol Surdin Simangunsong, Senin (27/11/2017).
Menurut Kompol Surdin, dari hasil penyidikan sementara, baru satu dari lima pelajar yang diduga terlibat dalam kasus duel ala galadiator yang terjadi pada Jumat (24/11) sore itu. DM sendiri sejak kejadian sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan. Namun saat polisi hendak memintai keterangan kembali, DM selalu tidak berada di rumah.
Hingga kini polisi masih mendalami kasus perkelahian satu lawan satu yang dilakukan oleh tiga pasang pelajar dari dua SMP berbeda itu. DM sendiri merupakan lawan korban saat perkelahian ala gladiator berlangsung. "Penyidik kami masih terus memeriksa sejumlah saksi, termasuk empat pelajar dari kedua SMP yang terlibat duel tos-tosan ini," katanya.
(Baca juga: Tarung ala Gladiator, Seorang Pelajar SMP di Bogor Tewas Dibacok)
Kanit Reskrim Polsek Rumpin AKP Asep Triyono menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara hanya DM lawan duel korban saat perkelahian terjadi di perkebunan karet, Kampung Leuwihalang, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Di sisi lain, meski pihak keluarga korban menolak, polisi tetap melakukan autopsi terhadap jasad korban di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, satu hari setelah kejadian. Karena dari hasil olah TKP terdapat luka sabetan senjata tajam di bagian pinggang belakang, pinggul, serta lengan kanan atas dan bawah korban.
Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Rumpin, Kompol Sudin Simangunsong mengatakan kejadian berawal saat korban bersama dua teman sekolahnya janjian dengan pelajar dari sekolah lain di Lapangan Leuwihalang untuk berkelahi ala 'gladiator' 3 lawan 3 menggunakan senjata tajam sekira pukul 16:30 WIB Jumat 24 November 2017.
Saat pertarungan tersebut, korban mengalami luka robek sabetan senjata tajam di bagian pinggang belakang, pinggul, lengan dan pergelangan tangan kanan. Mengetahui hal tersebut, teman korban langsung membawanya ke Puskesmas Rumpin.
"Nyawa korban tidak tertolong dan meninggal di puskesmas karena kehabisan darah," jelas Sudin.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.