Mesin bantu pernapasan yang dipakai penderita polio era 1950-an. (Foto: 9gag)
Keterbatasan itu tak menghalangi Paul untuk beraktivitas, ia berkuliah dan menjadi pengacara pengadilan. Ia menghadiri kelas menggunakan kursi roda. Meski begitu ia tetap membawa mesin bantu pernapasannya dan menaruhnya di asrama.
"Saat saya pindah ke Universitas Texas, orang-orang merasa ngeri melihat saya membawa sebuah alat besar. Mereka pikir saya akan membawa alat itu ke dalam kelas," ungkap Paul.
Saat ini, Paul memasuki usia ke 70 tahun dan ia tetap bertahan dengan mesin itu. Banyak penemuan baru di dunia kedokteran yang mampu mengatasi masalah Paul, namun ia berpendapat tak ada yang seefektif mesin besinya itu.