Sumber: YouTube/Nick Isenberg
Pada 2015, mesin bantu pernapasan Paul mengalami masalah, sedangkan hanya ada 10 orang yang masih menggunakan mesin itu. Mesin tersebut sudah lama tak diproduksi lagi dan butuh biaya besar untuk memperbaiki mesin itu karena beberapa bagiannya sangat sulit ditemukan.
Melalui sebuah video, Paul menceritakan masalahnya. Beruntung, seorang mekanis bernama Brady Richard melihat video itu dan menawarkan bantuan. Paul merasa beruntung sekaligus bersyukur ada orang yang membantunya memperbaiki alat bantu hidupnya. Meski sempat mengalami kesulitan dalam menemukan beberapa komponen mesin, Richard mampu memperbaiki dan membuatnya kembali berfungsi.