3 Pria Didakwa Membunuh Jurnalis Anti-Korupsi Malta

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 06 Desember 2017 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 06 18 1825909 3-pria-didakwa-membunuh-jurnalis-anti-korupsi-malta-RuyxsHOmOS.JPG Jurnalis Anti-korupsi Malta, Daphne Caruana Galizia, tewas akibat bom yang dipasang di mobilnya (Foto: Darrin Zammit Lupi/Reuters)

VALETTA – Pemerintah Malta membuktikan komitmennya untuk serius menangani kasus dugaan pembunuhan terhadap perempuan jurnalis, Daphne Caruana Galizia. Wartawan investigasi terkemuka itu meninggal dunia setelah mobil yang ditumpanginya meledak pada 16 Oktober lalu.

BACA JUGA: Tragis! Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas

Pengadilan akhirnya menjatuhkan dakwaan terhadap tiga orang pria atas dugaan sengaja memasang bom di mobil Daphne pada Selasa 5 Desember. Ketiga pria itu diketahui bernama Vince Muscat, serta kakak-beradik Alfred dan George Degiorgio.

Belum diketahui apakah ketiganya beraksi sendirian atau merupakan suruhan dari orang lain. Meski memiliki nama marga yang sama, Muscat, Vince tidak memiliki kekerabatan dengan Perdana Menteri (PM) Joseph Muscat yang juga pernah menjadi sasaran kritik Daphne Caruana Galizia.

BACA JUGA: Putra Wartawan Malta yang Tewas Dibom: Ibu Dibunuh karena Membela Supremasi Hukum

Kepolisian Malta menangkap 10 orang yang diduga terkait kasus pembunuhan tersebut. Namun, tujuh orang dibebaskan bersyarat, sementara tiga lainnya dijatuhi dakwaan. Rekan dekat korban tidak yakin nama ketiga terduga pelaku itu pernah diselidiki oleh Daphne atau tidak.

“Dia sering menulis tentang pejabat pemerintahan, politikus, dan pebisnis kaya,” ujar seorang rekan yang minta namanya dirahasiakan itu, melansir dari Reuters, Rabu (6/12/2017).

Tewasnya Daphne Caruana Galizia membuat Malta, sebuah negara kecil di dekat Laut Tengah, menjadi sorotan dunia. Pemerintah Malta lantas menjanjikan hadiah berupa uang tunai 1 juta Euro jika ada yang berani memberikan informasi terkait kasus pembunuhan tersebut.

BACA JUGA: PM Malta Tawarkan Hadiah Besar untuk Ungkap Kasus Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi

Media-media setempat melaporkan, tim penyidik berhasil melacak para terduga pelaku lewat penyadapan telefon. Data-data panggilan telefon itu kemudian dianalisis hingga salah satunya menunjukkan panggilan dari sebuah telefon seluler (ponsel) yang memicu ledakan bom di mobil Daphne.

Daphne Caruana Galizia semasa hidupnya kerap mengekspos kasus-kasus korupsi berprofil tinggi di negaranya. Ia begitu dicintai oleh pembacanya karena tidak mengenal rasa takut. Meski demikian, perempuan itu juga harus berhadapan dengan 36 tuntutan hukum atas pencemaran nama baik dalam beberapa bulan sebelum tewas.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini