Image

Buka BDF X 2017, JK: Indonesia Berada di Pihak Palestina

Reni Lestari, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 11:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826575 buka-bdf-x-2017-jk-indonesia-berada-di-pihak-palestina-VSUpt1kDi3.jpg Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat membuka Bali Democracy Forum X di ICE BSD City, Serpong, Tangerang Selatan (Foto: Portal Kemlu RI/Twitter)

SERPONG - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan posisi Pemerintah Indonesia tetap di pihak Palestina terkait pengakuan pemerintah Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. JK mengatakan, keputusan tersebut telah melanggar resolusi PBB bahwa Yerusalem harus dibicarakan dalam kesepakatan antara Palestina dan Israel.

BACA JUGA: Buka BDF X 2017, Menlu Retno Sampaikan Dukungan untuk Palestina

"Indonesia tentu posisinya berada di belakang pihak Palestina. Ini melanggar keputusan PBB yang menyatakan bahwa Yerusalem harus dibicarakan antara Palestina dengan Israel, tidak bisa sepihak. AS menyarankannya sepihak," kata JK usai membuka Bali Democracy Forum di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/12/2017).

JK melanjutkan, Indonesia akan mengkonsolidasi tindak lanjut, baik dengan PBB maupun negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk merespons keputusan yang diumumkan pada Rabu 6 Desember siang waktu setempat tersebut.

"Tentu upaya bersama dan apakah itu lewat OKI atau lewat PBB, tapi stand point-nya Indonesia, sejak diumumkan itu, sebelumnya berada di pihak Palestina," ujar pria asal Sulawesi Selatan itu.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel 

JK berharap upaya diplomasi Indonesia bisa berpengaruh secara politik terhadap keputusan tersebut. JK sebelumnya juga mengatakan, keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel membahayakan stabilitas politik dan keamanan di Timur Tengah.

Perkembangan ini diperkirakan juga akan menambah rumit kondisi politik Timur Tengah yang selama ini bersumber utama dari konflik Israel dan Palestina.

"Namanya politik tentu berpengaruh, setidaknya pelaksanaanya tentu tidak langsung," tukas JK.

BACA JUGA: JK: Indonesia Menentang Rencana Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Sebagaimana diketahui, Pemerintah AS telah mengumumkan untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Langkah itu dinilai tidak saja membahayakan proses perdamaian tetapi juga perdamaian dan stabilitas terutama di kawasan Timur Tengah.

Negeri Paman Sam sebelumnya selalu mempertahankan status quo dari Yerusalem dan berkeras bahwa status Yerusalem harus ditentukan melalui dialog, bukan pengakuan sepihak. Akan tetapi, sikap tersebut dilanggar secara sepihak lewat pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini