Share

Lebanon Desak Negara Arab Jatuhkan Sanksi pada AS Terkait Yerusalem

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 10 Desember 2017 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 10 18 1828108 lebanon-desak-negara-arab-jatuhkan-sanksi-pada-as-terkait-yerusalem-BYgaN4a2pf.jpg Pertemuan darurat Liga Arab di Kairo, 9 Desember 2017. (Foto: Reuters)

KAIRO – Pemerintah Lebanon mendesak negara-negara Arab untuk menjatuhkan sanksi kepada Amerika Serikat (AS) terkait keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menteri Luar Negeri Lebanon menyebut langkah yang dilakukan Washington itu tidak dapat diterima dan berbahaya.

BACA JUGA: Dukung Palestina, Ratusan Muslim Salat di Depan Gedung Putih

“Tindakan pre-emptive harus diambil terhadap keputusan tersebut, dimulai dengan tindakan diplomatik, kemudian politik, ekonomi  dan akhirnya sanksi finansial,” kata Gebran Bassil dalam pertemuan Menlu negara anggota Liga Arab di Kairo sebagaimana dilansir RT, Minggu (12/10/2017).

Para Menlu negara anggota Liga Arab berkumpul dalam sebuah pertemuan darurat di Kairo menyusul permintaan Palestina dan Yordania untuk menyusun sebuah respons yang seragam atas pengakuan yang diumumkannya pengakuan AS terkait status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Washington.

Untuk menghadapi kebijakan AS tersebut, Sekretarus Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit dan Menlu Palestina meminta negara-negara mengakui Palestina sebagai sebuah negara dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya.

Liga Arab juga menyusun sebuah rancangan resolusi untuk diajukan kepada Dewan Keamanan PBB yang mengutuk keputusan AS tersebut. Deklarasi AS terkait status Yerusalem dianggap telah melanggar hukum internasional dan menimbulkan pertanyaan mengenai upaya perdamaian yang dilakukan oleh AS.

BACA JUGA: Terkait Yerusalem, AS Telah Langgar Hukum Internasional

Keputusan itu telah memicu kekerasan dan kerusuhan di berbagai daerah di kawasan dan menimbulkan sejumlah korban jiwa. Bentrokan paling sengit terjadi di Yerusalem, Gaza, dan Tepi Barat oleh rakyat Palestina yang terus memperjuangkan tujuan mereka, terutama setelah Hamas menyerukan intifada menyusul pengumuman pengakuan AS tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini