Share

PM Israel Didemo Ribuan Warganya karena Korupsi di Tengah Kecaman Internasional Terkait Yerusalem

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Minggu 10 Desember 2017 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 10 18 1828147 pm-israel-didemo-ribuan-warganya-karena-korupsi-di-tengah-kecaman-internasional-terkait-yerusalem-VhsZviG00x.jpg Demonstrasi di Israel. (Foto: AFP)

TEL AVIV - Ribuan orang berkumpul di pusat Kota Tel Aviv guna menggelar demo anti-korupsi dan memprotes Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Sebagaimana diketahui, PM Israel dan istrinya, Sara Netanyahu dilaporkan terbelit kasus korupsi. Pasangan suami-istri itu kini tengah menjalani pemeriksaan atas dugaan penyalahgunaan jabatan.

Berdasarkan keterangan polisi, demonstrasi tersebut diikuti sekira 10 ribu orang. Sebelumnya, demonstrasi serupa juga sempat digelar pada 2 Desember dan diikuti oleh sekira 20 ribu orang. Meski demikian, PM Netanyahu sendiri membantah bahwa ia telah melakukan kesalahan.

BACA JUGA: Istri PM Israel akan Didakwa atas Skandal Pemesanan Makanan

Sebagaimana diwartakan Reuters, Minggu (10/12/2017), kasus pertama yang membelit PM Netanyahu yaitu ia diduga kuat telah menerima hadiah dari pengusaha kaya. Kasus kedua, Netanyahu diduga telah menjalin sebuah kesepakatan dengan pemilik surat kabar yang memintanya untuk membatasi media pesaing dan mendapatkan imbalan atas bantuannya itu.

Jika hasil penyelidikan menunjukkan Netanyahu terbukti bersalah maka kemungkinan besar pria berusia 68 tahun itu akan mendapat tekanan besar dari rakyatnya untuk mundur. Sementara itu, Partai Sayap Kanan yang mengusung Netanyahu mengatakan, demonstrasi tersebut digelar oleh para pendukung Partai Sayap Kiri.

BACA JUGA: Geram dengan AS, Palestina Cari Penengah Proses Perdamaian yang Baru

Hal ini diumumkan Partai Sayap Kanan melalui akun Facebook resmi mereka. Mereka juga meminta semua warga Israel untuk tetap mendukung PM Netanyahu di tengah kritik internasional yang deras terhadapnya. Sebagaimana diketahui, kini Israel tengah sibuk ditekan oleh dunia internasional usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan status Yerusalem.

"Alangkah baiknya jika kita menahan diri untuk melakukan hal yang dapat memicu perpecahan. Sebaiknya kita bersatu tentang Yerusalem dan menunjukkan kepada dunia," tulis pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Lebanon Desak Negara Arab Jatuhkan Sanksi pada AS Terkait Yerusalem

Demonstrasi terkait kasus korupsi PM Netanyahu telah berlangsung selama berminggu-minggu. Para pemrotes sendiri mengaku bahwa mereka berasal bukan hanya dari Partai Sayap Kiri melainkan juga dari Partai Sayap Kanan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini