Demo Soal Yerusalem , Massa Bakar Bendera Israel dan Robohkan Gerbang Kedubes AS di Lebanon

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 10 Desember 2017 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 10 18 1828168 demo-soal-yerusalem-massa-bakar-bendera-israel-dan-robohkan-gerbang-kedubes-as-di-lebanon-7jbNGadJO4.jpg Demonstran di depan Kedutaan AS di Beirut,Lebanon, 10 Desember 2017. (Foto: Reuters)

BEIRUT - Unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beirut, Lebanon berakhir dengan kerusuhan dan kekerasan. Para pengunjuk rasa membuat huru-hara dan meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina menyusul keputusan Washington untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

BACA JUGA: Lebanon MInta Negara Arab Jatuhkan Sanksi Pada AS

Demonstran yang sebagian di antaranya membawa atribut Palestina seperti bendera dan syal melempari petugas keamanan dan membakar ban di jalan di dekat kedutaan. Massa bahkan sukses merobohkan gerbang pagar besi yang mengelilingi kompleks diplomatik tersebut.

Diwartakan RT, Minggu (12/10/2017), para pengunjuk rasa membakar ban, bendera AS dan Israel sambil berusaha menerobos barikade kawat berduri yang dibangun oleh petugas keamanan di sekitar kompleks kedutaan. Gas air mata dan tembakan meriam air tidak mampu membubarkan massa yang marah.

Kedutaan Besar AS di Beirut telah mengantisipasi keadaan ini dan mengeluarkan peringatan pada warga dan stafnya.

“Demonstrasi berpotensi menjadi kekerasan. Kedutaan Besar AS Beirut mengingatkan warga AS akan perlunya berhati-hati dan kesadaran akan keamanan pribadi. Kami mendesak warga AS untuk menghindari semua demonstrasi, " demikian isi peringatan yang diumumkan kedutaan pada Jumat, 8 Desember.

Sejumlah demonstrasi dan unjuk rasa telah digelar di berbagai negara di dunia sejak keputusan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel diumumkan pada Rabu, 6 Desember. Selain di Beirut, unjuk rasa juga dilaporkan digelar berbagai belahan dunia dari Timur Tengah, Asia sampai Eropa.

Presiden Lebanon, Michel Aoun secara terbuka mengutuk keputusan Washington tersebut, menyebutnya berbahaya dan mengancam kredibilitas AS sebagai mediator proses damai. Hal senada juga disampaikan Perdana Menteri Saad Hariri yang juga menyampaikan rasa solidaritas dan dukungannya pada rakyat Palestina.

BACA JUGA: Presiden Palestina Tolak Temui Wapres AS

Langkah keras juga diambil Liga Arab yang mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi yang mengutuk keputusan Pemerintah AS tersebut. Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengatakan, situasi yang terjadi hanya akan meningkat semakin gawat dengan diumumkannya keputusan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini