Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Ledakan Dahsyat Pabrik Petasan Kosambi

Chyntia Sami Bhayangkara , Jurnalis-Senin, 11 Desember 2017 |11:28 WIB
Tragedi Ledakan Dahsyat Pabrik Petasan Kosambi
Olah TKP Ledakan Pabrik Petasan Kosambi (foto: Chyntia Sami B/Okezone
A
A
A

Evakuasi Korban Ledakan Pabrik Petasan Kosambi

Saat kejadian, ratusan anggota Brimob Polda Kalimantan Barat dengan sigap membantu mengevakuasi para korban sehingga terhindar korban baru bertambah. Mereka memang sedang ditugaskan atau Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk mengawal pengamanan unjuk rasa dan diberikan tempat beristirahat yang secara tidak sengaja lokasinya tak jauh dari pabrik.

"Proses evakuasi dibantu tim pasukan Brimob sebanyak 2 kompi atau 100 personel, mereka bantu evakuasi sebagian korban sehingga terhindar korban baru bertambah. Mereka ini dari Brimob Kalbar yang sedang BKO untuk jaga unjuk rasa dan kebetulan diistirahatkan tidak jauh dari pabrik petasan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta.

Dibekali Sinar Lampu Tembak dan Senter, Petugas Cek Lokasi Kebakaran Pabrik Petasan

Saat proses evakuasi, seorang anggota Brimob, yakni Brigadir J Haryanto (31) turut menjadi korban. Ia mengalami luka ringan di bagain kepala saat sedang membantu mengevakuasi korban dan menjalani pengobatan di rumah sakit terdekat.

(Baca Juga: Histeris! Seorang Wanita Mencari Suaminya yang Jadi Korban Ledakan di Kosambi)

Berjarak sekira 100 meter dari pabrik, ada SMP Negeri 1 Kosambi. Saat kejadian, ribuan siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas pun panik berhamburan ke luar karena kaget mendengar suara ledakan, serta kobaran api.

Satu-satunya pintu gerbang yang dimiliki sekolah tersebut ditutup oleh petugas Brimob lantaran posisinya di depan pabrik sementara api dari pabrik petasan sangat besar dan dikhawatirkan mengenai sekolah. Para siswa pun terpaksa menyelamatkan diri dengan memanjat tembok belakang sekolah setinggi 3 meter dibantu oleh guru dan warga sekitar.

Para pekerja yang menjadi korban dalam insiden dahsyat tersebut pun dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda, yakni RSIA Bun Kosambi, RS Mitra Husada dan RSUD Kabupaten Tangerang. Di hari kejadian ledakan tercatat ada 46 korban yang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan luka bakar mencapai 90 persen.

Mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit, seluruh biaya perawatannya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Pihak pengelola pabrik petasan pun telah bertanggungjawab membayar biaya pengobatan bagi para pekerja.

Menurut warga sekitar, pabrik tersebut telah berdiri sejak beberapa tahun silam. Namun, baru dua bulan terakhir pabrik yang sebelumnya menjadi gudang penyimpanan besi tersebut beroperasi menjadi pabrik petasan.

“Dari data yang didapatkan, PT Panca telah beroperasi dua bulan dan pabrik ini memproduksi petasan dan kembang api,” tegas Nico.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement