Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Ledakan Dahsyat Pabrik Petasan Kosambi

Chyntia Sami Bhayangkara , Jurnalis-Senin, 11 Desember 2017 |11:28 WIB
Tragedi Ledakan Dahsyat Pabrik Petasan Kosambi
Olah TKP Ledakan Pabrik Petasan Kosambi (foto: Chyntia Sami B/Okezone
A
A
A

Pabrik Petasan Kosambi Tak Memiliki SOP

Komisioner Komnas HAM, Sianne Indriani menerangkan, tidak ada Standard Operating Procedure (SOP) dan standar keamanan yang diterapkan dalam pabrik tersebut. Para pekerja hanya diberikan selembar masker saat bekerja dengan upah borongan sebesar Rp40.000 per harinya jika memenuhi target. Tidak ada ikatan kontrak kerja apalagi jaminan kesehatan.

“Mereka dibagi dalam satu kelompok berisi 5 orang, targetnya satu hari harus sampai 1.000 pak ukuran 1 meter. Kalau sampai target dibayar Rp40.000, tapi kalau enggak sampai target dipotong upahnya. Ada yang hanya dapat Rp25.000 per hari, ini sangat memprihatinkan,” tutur Sianne.

(Baca Juga: Beraroma Pelanggaran, Komnas HAM Investigasi Ledakan Pabrik Petasan di Kosambi)

Cerita Mistis Usai Ledakan Pabrik Petasan Kosambi

Pasca-ledakan dahsyat tersebut, berbagai cerita mistis pun mulai bermunculan. Sejumlah warga kerap mencium aroma mayat di sekitar pabrik tersebut. Tak sedikit pula anggota keluarga para korban yang mendapati mimpi bertemu sanak saudaranya menjerit, berteriak meminta pertolongan.

Bahkan, sejumlah warga sekitar yang sempat melihat lokasi pabrik tersebut pun mengaku kerap kali diganggu oleh arwah para korban kebakaran hingga tak sedikit yang kesurupan meminta jasadnya segera ditemukan karena kedinginan.

(Baca Juga: Cerita Korban Ledakan Pabrik Petasan yang Selamat Berkat Bak Air)

Beredar pula kabar hoax yang menyebutkan di lokasi tersebut akan dilakukan uji nyali yang disiarkan oleh salah satu televisi swasta dengan hadiah uang tunai bagi peserta yang berhasil.

Anggota DVI dan Puslabfor Polri Tinjau Lokasi Kebakaran Pabrik  Kembang Api Kosambi

Perlu diketahui, dari puluhan korban luka bakar yang menjalani perawatan di rumah sakit, ada 4 korban dinyatakan meninggal dunia usai menjalani serangkaian operasi lantaran luka bakar yang dideritanya telah menginfeksi seluruh tubuhnya. Hingga kini, masih tersisa dua korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang, yakni Anggi (18) dengan luka bakar 40 persen dan Khardiman (25) yang menderita luka bakar 25 persen.

Dari 49 kantong jenazah yang berhasil dibawa ke RS Kramatjati Polri, 45 kantong jenazah berisi jasad utuh telah berhasil diidentifikasi dan dikebumikan oleh keluarga. Adapun sisanya sebanyak empat kantong jenazah berisi potongan bagian tubuh belum teridentifikasi dan masih berada di RS Kramatjati Polri.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement