TANGERANG – Petasan merupakan salah satu atribut identik yang tak pernah ketinggalan dalam adat budaya khas masyarakat Betawi saat menggelar pesta hajatan. Meski demikian, budaya tersebut pun secara perlahan mulai menghilang sejalan dengan adanya larangan pembuatan hingga penggunaan petasan dalam berbagai kegiatan.
Petasan atau sering disebut mercon merupakan salah satu bahan peledak low explosive, sehingga penggunaannya harus diawasi agar tidak menimbulkan risiko besar.
Di tahun 2017, bukan hanya masyarakat Indonesia saja, melainkan masyarakat dari seluruh penjuru dunia dihebohkan dengan adanya kebakaran disertai ledakan dahsyat di sebuah pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses yang terletak di Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang atau yang dikenal ledakan pabrik petasan Kosambi.

Dalam insiden tersebut, tak kurang dari 45 pekerja tewas terbakar, 4 pekerja tewas usai menjalani perawatan di rumah sakit, dan puluhan pekerja lainnya mengalami luka bakar. Insiden memilukan tersebut terjadi pada Kamis, 26 Oktober.
Saat itu, tercatat ada 103 pekerja yang bekerja di pabrik tersebut. Aktifitas para pekerja di pagi itu nampak seperti biasa. Sejumlah pekerja pun mulai sibuk dengan tugasnya masing-masing, ada yang bertugas membungkus kembang api. Sementara, pekerja lainnya ada pula yang bertugas meracik obat petasan hingga melakukan pengerjaan pengelasan untuk perluasan pabrik.
(Baca Juga: Terungkap! Ini Penyebab Ledakan Pabrik Petasan di Kosambi yang Menewaskan 48 Orang)
Nahas, sekira pukul 09.00 WIB, terdengar ledakan dahsyat di bagian tempat pengelasan yang berada tak jauh dari pintu gerbang utama. Tak lama berselang, ledakan kembali terjadi hingga menyebabkan api berkobar membesar menutupi bagian depan, tepatnya pintu utama.
Ledakan demi ledakan terus terjadi hingga mengakibatkan api terus membesar. Para pekerja yang didominasi oleh perempuan dan beberapa di antaranya masih di bawah umur pun panik berusaha menyelamatkan diri. Ada yang nekat menerobos kobaran api keluar melalui pintu gerbang utama meskipun harus menahan panasnya api yang membakar tubuhnya.
Ada pula yang berusaha melewati tembok runtuhan di samping gedung pabrik yang hancur akibat ledakan, bahkan beberapa pekerja pun ada yang menyelamatkan diri dengan bersembunyi didalam bak berisi air. Namun, tak sedikit pula puluhan pekerja yang panik dan tidak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya, mereka pun hangus terbakar hidup-hidup hingga tubuhnya sulit dikenali.