nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Berunding, Tiongkok Keukeuh Lanjutkan Proyek Pembangunan di Laut China Selatan

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 12:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 15 18 1830759 masih-berunding-tiongkok-keukeuh-lanjutkan-proyek-pembangunan-di-laut-china-selatan-kLJcRpO6RF.jpg Pulau Spratly di Laut China Selatan yang masih jadi sengketa. (Foto: Reuters)

BEIJING - Ketegangan mengenai pembangunan pulau oleh China di Laut China Selatan mungkin telah berkurang pada tahun lalu, namun Beijing terus sibuk membangun pulau tersebut. Citra satelit baru menunjukkan bahwa China telah membangun infrastruktur seluas 28 hektare di kepulauan Spratly dan Paracel pada 2017 untuk membuat pulau tersebut lebih luas.

Inisiatif Transparansi Maritim Asia yang berbasis di Washington melacak perkembangan di Laut China Selatan, di mana China dan beberapa negara Asia memiliki klaim wilayah. Inisiatif Transparansi Maritim Asia juga mengklaim bahwa pulau tersebut sudah tersedia hanggar, ruang bawah tanah, tempat penampungan rudal, radar array, dan fasilitas lainnya yang dibangun oleh China.

BACA JUGA: Bantu Hilangkan Potensi Konflik Laut China Selatan, Pemerintah RI Konsisten dengan Upaya Ini

Dilansir dari Time, Jumat (15/12/2017), pembangunan tersebut dilakukan saat China bergabung dengan perundingan yang berkepanjangan dengan negara-negara Asia Tenggara mengenai "kode etik" untuk Laut China Selatan. Ketegangan dengan AS pada masalah ini juga mereda, terlepas dari kritik Washington terhadap perilaku Beijing.

Pembangunan tersebut merupakan tahap lanjutan dari kampanye reklamasi lahan yang diselesaikan pada awal 2016 di wilayah Spratly, sebuah pulau di mana Malaysia, Taiwan, Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam juga memiliki klaim. Menurut Pentagon, China telah menambahkan lebih dari 1.248 hektare lahan ke tujuh fitur tanah yang didudukinya di daerah tersebut. China juga tampaknya telah menghentikan operasi skala kecil untuk memperluas pulau di Paracels yang berada jauh di utara.

BACA JUGA: Bahas Sengketa Laut China Selatan, Kedubes AS: Klaim Kemaritiman Harus Sesuai Hukum Internasional

AS dan negara lain di Asia menuduh Beijing melakukan militerisasi lebih lanjut di wilayah tersebut dan mengubah geografi untuk memperkuat klaim Laut China Selatan. China mengatakan bahwa pulau buatan Spratly dilengkapi dengan landasan udara dan instalasi militer bertujuan untuk sipil dan meningkatkan keamanan dan perdagangan maritim.

Sebenarnya AS tidak mengklaim wilayah di Laut China Selatan. Namun pihak AS telah menyatakan bahwa memiliki kepentingan nasional untuk memastikan bahwa perselisihan teritorial dipecahkan secara damai sesuai dengan hukum internasional dan kebebasan navigasi terjamin. Namun China menganggap AS terlalu ikut campur dalam sebuah perselisihan yang terjadi di Asia.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini