Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perusahaan China Kembangkan Tisu Daur Ulang dari Kotoran Panda

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 20 Desember 2017 |23:03 WIB
Perusahaan China Kembangkan Tisu Daur Ulang dari Kotoran Panda
Seorang perempuan menunjukkan contoh produk 'Panda Poo' hasil daur ulang dari kotoran hewan khas China itu (Foto: AFP)
A
A
A

CHENGDU – Sebuah perusahaan penghasil kertas di Chengdu, China, tengah mengembangkan proses daur ulang kotoran panda menjadi tisu. Dalam pengembangan tersebut, pihak perusahaan bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Konservasi untuk Panda Raksasa.

Perusahaan bernama Qianwei Fengsheng Paper itu ingin mengubah kotoran dan sisa makanan panda menjadi tisu toilet, tisu makan, atau benda kebutuhan rumah tangga lainnya. Produk yang segera dirilis itu akan dipasarkan sebagai bagian lini produk ‘panda poo’.

“Mereka mengambil alih-alih sampah itu demi kami,” ujar peneliti di pusat penelitian panda, Huang Yan, mengutip dari Channel News Asia, Rabu (20/12/2017).

Menurut penuturan Huang, seekor panda raksasa dewasa mengonsumsi 12-15 kilogram (kg) bambu setiap hari. Hewan berwarna hitam putih itu biasanya menghasilkan lebih dari 10 kg kotoran berserat tinggi hasil dari serapan fruktosa yang terdapat dalam sebatang bambu.

Selain itu, panda juga menghasilkan 50 kg sisa makanan setiap hari karena mereka biasa memuntahkan beberapa bagian setelah dikunyah atau tidak dimakan. Di masa lalu, sisa makanan serta kotoran panda biasanya hanya dijadikan pupuk kandang dan berbagai bentuk pupuk lain.

Menurut Presiden Direktur Qianwei Fengsheng Paper, Yang Chaolin, dibutuhkan pemecah fruktosa dan mengekstrasi serat jika ingin menghasilkan kertas dari bahan dasar bambu. Proses tersebut sudah dilakukan seekor panda melalui sistem pencernaan mereka.

Pihak perusahaan akan mengumpulkan bahan mentah tersebut setiap tiga atau tujuh hari sekali. Wakil Manajer Umum Qianwei Fengsheng Paper, Zhou Chuanping menuturkan, bahan mentah itu akan direbus dan dipasteurisasi dengan suhu tinggi sebelum diubah menjadi kertas rumah tangga.

“Kertas itu tidak akan digunakan untuk kebutuhan menulis untuk saat ini. Untuk memastikan keamanan, kertas harus menjalani uji bebas bakteri terlebih dahulu sebelum masuk ke pasar,” tutur Zhou Chuanping, sebagaimana dilansir dari Xinhua.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement