Share

Pengadilan Mesir Jatuhi Hukuman Mati kepada 21 Orang yang Bergabung dengan ISIS

Putri Ainur Islam, Okezone · Kamis 21 Desember 2017 04:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 18 1833747 pengadilan-mesir-jatuhi-hukuman-mati-kepada-21-orang-yang-bergabung-dengan-isis-4V3X1JiZiV.jpg Ilustrasi

KAIRO - Pengadilan Mesir pada Selasa 19 Desember telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 21 orang atas tuduhan bergabung dan membentuk kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS, kantor berita resmi MENA melaporkan.

Para terdakwa dihukum karena memimpin dan bergabung dengan sebuah kelompok yang mengadopsi gagasan yang menyerukan pembunuhan Presiden Mesir dan hendak mengubah rezim secara paksa serta menyerang institusi polisi dan tentara.

BACA JUGA: Otoritas Mesir Klaim Pelaku Pengeboman Masjid Bawa Bendera ISIS

Terdakwa juga dituduh memiliki bom dan bahan peledak karena menggunakannya dalam operasi teror yang sangat membahayakan keamanan dan ketertiban umum, persatuan nasional, dan perdamaian sosial.

Para terdakwa mengaku bergabung dengan panggilan ISIS untuk membunuh para pemimpin, petugas keamanan, dan Koptik, sebagaimana hakim bacakan. Pengadilan tersebut juga merujuk hukuman kepada Grand Mufti, pejabat tertinggi di Mesi yang tugasnya menentukan cara memberikan hukuman secara agama. Pendapat Mufti tidak mengikat karena biasanya dianggap formalitas, namun pendapat terakhirnya bisa mengurangi hukuman dari para pelaku.

BACA JUGA: Dunia Kompak Kecam Serangan Bom di Gereja Mesir

Dilansir dari Xinhua, Kamis (21/12/2017), Mesir telah mengalami serangan keamanan sejak penggulingan pimpinan militer Mohamed Morsi pada 2013. Provinsi Sinai Utara adalah benteng utama kelompok teroris di Mesir yang berafiliasi dengan ISIS. Kelompok tersbeut mengklaim memiliki kemampuan untuk membunuh ratusan polisi dan tentara.

Sekadar diketahu, pada November, sebuah bom diledakkan di Masjid Al Rawdah, di Bir al Abed, sebelah barat Kota Arish, Sinai, Mesir. Korban tewas dalam serangan militan tersebut sebanyak 300 orang lebih yang beberapa di antaranya adalah anak-anak. ISIS diketahui menjadi dalang pengeboman masjid tersebut.

Pada 9 April, ledakan bom mengguncang dua gereja Kristen Koptik dan menewaskan puluhan orang. Insiden itu terjadi hanya sepekan sebelum Hari Paskah bagi penganut Kristen Koptik dan pada bulan yang sama dengan rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Mesir. Lagi-lagi kelompok militan berada di balik serangan ini. Kaum minoritas Kristen Koptik telah menjadi sasaran kelompok militan selama bertahun-tahun.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini