JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Johny Pol Latupeirissa mencurigai adanya bahan pembasmi hama yang dicampur dengan bahan untuk membuat sabu cair di diskotek MG. Kecurigaan tersebut didapat setelah ditemukan obat pembasmi hama di laboratorium rumah pelaku.
"Pembasmi hama di labnya kita temu seperti ini untuk fogging pengasapan, ada empat botol. Kita lihat di rumahnya tidak ada taman, ini kan obat hama, kenapa ada di laboratorium?," heranJohny saat menggelar diskusi akhir tahun di Kantor BNNP Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2017).
Atas dasar itulah muncul kecurigaan pelaku mencampurkan pembasmi hama agar pengguna lebih cepat mabuk. "Ada (botol pembasmi hama) yang sudah terpakai setengah, tiga masih bagus," kata Johny.
Namun dari hasil pemeriksaan BNN, di sabu cair hanya mengandung ampethamine, belum bisa dipastikan mengandung bahan pembasmi hama. "Dia (sabu cair) hanya mengandung amphetamine, itu kan sabu," ungkapnya.
Menurutnya, dalam satu botol sabu cair bisa digunakan empat orang. Bagi pengonsumsi barang haram ini, urinenya berwana coklat tua.
(Baca juga: Ternyata, Pemilik Diskotek MG Sedang di DWP saat Penggerebekan)
"Yang minun setengah kita tes urine, urinenya hampir mirip cola, artinya sudah terjadi pendarahan di sepanjang pencernaan, termasuk di ginjal karena bukan kuning lagi tapi coklat tua," ungkapnya.
Saya coba pakai di lidah sendiri, lidah saya keram. Artinya sambung Johny, ketika orang minun semuanya langsung kebas (mati rasa). "Dia yang sakit magh enggak kerasa maaghnya, makanya mereka tidak makan, tidak rasa pedas karena kebas," tambahnya.
Sekadar informasi, pada saat penggerebekan Minggu 17 Desember 2017 ada 120 orang terindikasi positif menggunakan sabu cair jenis MDA (Methylenedioxyamphetamine). Dengan rincian 80 pria dan 40 wanita.
Barang bukti yang ditemukan antara lain prekursor heliotropine (piperonal), asetat glasial, HgCl2, nitroethana, benzochinone dan KOH.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.