PURWAKARTA - Tim SAR gabungan yang tengah mencari keberadaan korban tenggelam di Waduk Cirata mensinyalir, insiden ini terjadi akibat kondisi perahu yang ditumpangi warga kelebihan muatan. Sehingga, perahu oleng dan terbalik.
Begini kronologis insiden tersebut, menurut Tim Operasi Pencarian Rawa Taal yang dikomandoi Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619 Purwakarta, Letkol Inf Ari Maulana.
(Baca Juga: Korban Kapal Tenggelam di Waduk Cirata Masih Misterius)
Berdasarkan informasi yang dihimpun jajarannya, insiden tersebut, berawal perahu yang di nahkodai Dana mengangkut 15 orang penumpang dari Pulau Nusa yang lokasinya berada di seberang Danau Cirata. Secara teritorial, lokasi pulau kecil ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Adapun penumpang sendiri, kata dia, merupakan para petani dan keluarganya. Mereka, merupakan warga yang hendak pulang dari ladang setelah memanen cabai di lokasi tersebut. Sayangnya, saat perjalanan pulang, sempat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.
"Hujan angin ini, mengakibatkan danau bergelombang. Perahu terhempas ke arus deras hingga oleng dan terbalik. Seluruh penumpang tumpah ke danau," jelas dia.
Perlu diketahui, kata dia, korban 15 orang ini merupakan penumpang kedua, setelah sebelumnya perahu yang mengangkut mereka mengantarkan penumpang pertama yang berjumlah enam orang.