Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Macet Tol Jakarta-Cikampek Makan Korban, 1 Penumpang Bus Tewas

Djamhari , Jurnalis-Sabtu, 23 Desember 2017 |12:28 WIB
Macet Tol Jakarta-Cikampek Makan Korban, 1 Penumpang Bus Tewas
Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek (Foto: Ist)
A
A
A

BEKASI - Kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek terus berlangsung sejak tiga hari lalu hingga Sabtu (23/12/2017) siang ini. Kemacetan imbas lonjakan volume kendaraan memasuki libur Natal dan tahun baru.

Kemacetan panjang itu pun menelan korban jiwa. Seorang penumpang bus rombongan wisata arah Cikampek meninggal diduga karena kelelahan dalam perjalanan.

Berdasarkan informasi yang diterima, pengguna tol diketahui bernama Sumanto (67), penumpang Bus Surabaya Tran yang sedang melakukan perjalanan wisata religi ke makam sunan-sunan di sejumlah daerah, dan makam Mbah Priok, serta Masjid Istiqlal, Jakarta.

(Baca Juga: Urai Kemacetan, Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek)

Nahas, sebelum mengakhiri wisata religinya, korban harus menghembuskan nafas terakhirnya lantaran diduga mengalami kelelahan dalam perjalanan di tengah macet Tol Jakarta-Cikampek tepatnya di KM18 Tambun saat hendak menuju perjalanan ke Bandung, Jawa Barat.

Korban ditemukan tak bernyawa di dalam busnya oleh petugas Polres Metro Bekasi saat melihat korban diturunkan dari dalam bus rombongan bernomor polisi L7697UA di KM18 Tambun. Korban awalnya tampak lemah bersandar ke orang yang duduk di sebelahnya.

Dari kejadian itu, sejumlah penumpang dan petugas PT Jasamarga, serta aparat kepolisian dengan sigap langsung memberikan pertolongan pertama dan selanjutnya membawa korban ke RS Hermina Tambun, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Dari hasil penyelidikan, korban diduga meninggal karena kelelahan dalam perjalanan saat hendak menuju Bandung usai berkunjung ke makam sunan, dan Mbah Priok, serta Masjid Istiqlal," ujar Kapolsek Tambun Kompol Rahmad Sujatmiko.

(Baca Juga: Jelang Natal, Penumpang Bandara Soetta Melonjak hingga Duduk di Lantai)

Rahmad mengatakan, telah melakukan sejumlah tindakan penyelidikan seperti, olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, serta membuatkan laporan. Namun, saat ingin dilakukan proses visum dan autopsi, pihak keluarga menolak dan memilih langsung membawa korban ke Surabaya.

"Sesuai keinginan dari keluarga menolak dilakukan autopsi, maka kasus ini tidak dilanjutkan. Tapi sebelumnya, keluarga diminta membuat surat pernyataan terlebih dahulu," tandas Rahmad.

 

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement